KPKJA Cirata Bersihkan Sampah Kiriman

Banyak Jaring Apung yang Rusak dan Petani Merugi

0 27

CIANJUR – Ratusan Anggota Kelompok Petani Keramba Jaring Apung (KPKJA) Cirata mengadakan aksi bersih-bersih sampah di genangan Jangari, Sabtu (8/12) lalu. Hal tersebut dilakukan akibat banyaknya sampah-sampah dari hulu Sungai Cibalagung ke genangan Jangari.

Wakil Ketua Kelompok Petani Keramba Jaring Apung (KPKJA) Cirata Wawan Gunawan mengatakan, aksi bersih-bersih tersebut merupakan salah satu kepedulian terhadap kebersihan di Waduk Cirata genangan Jangari.

Menurutnya,  adanya kiriman sampah dari Sungai Cibalagung setelah hujan deras pada Rabu (6/12) sore menyebabkan beberapa unit jaring apung mengalami rusak berat. Para petani mengalami kerugian cukup besar akibat rusak dan juga tenggelam terseret sampah-sampah mulai dari kayu kecil hingga kayu-kayu gelondongan.

“Kami sebagai pengurus KPKJA sangat prihatin sekali kepada para puluhan petani yang kolamnya terbawa arus bahkan rusak berat,” kata Wawan Gunawan kepada Cianjur Ekspres, saat ditemui di Kantor Tirta Jaya Jangari, belum lama ini.

Wawan mengatakan, ada 500 orang personil KPKJA yang terjun saat melakukan aksi bersih-bersih sampah Sabtu (8/12) lalu. Menurutnya seharusnya daerah dan Provinsi Jawa Barat harus ikut dan terjun langsung di kegiatan aksi bersih-bersih tersebut.

“Kita harapkan ada berkesinambungan antara pemerintah dengan KPKJA, biar bagaimana pun kita ini juga membutuhkan support baik itu secara moril maupun materil,” katanya.

Saat ini kata Wawan, begitu kesulitan dengan beberapa fasilitas-fasilitas untuk menampung sampah, baik itu tempat penampungan sampah sementara dan juga operasional pengangkut sampah.

“Ketika semua fasilitas itu sudah tersedia, maka kita pastikan bagi setiap petani ikan di Jangari yang pulang ke darat harus membawa sampah dan di buang ke tempat yang sudah disiapkan oleh pemerintah. Selanjutnya apabila pemerintah memberikan fasilitas operasional pengangkut sampah, maka kita pun akan langsung mengangkutnya ke tempat pembuangan akhir (TPA),” katanya.

Senada dikatakan Edi Supiandi, jika pemerintah yang berkaitan dalam hal ini Dinas Perikanan Kabupaten Cianjur dan juga Badan Pengelola Waduk Cirata (BPWC) Provinsi Jawa Barat harus benar-benar memperhatikan dan memprioritaskan para petani KJA tersebut.

Karena menurutnya, ada ribuan bahkan puluhan ribu petani KJA di genangan Jangari. Banyak sampah-sampah yang harus benar-benar di tangani baik itu sampah stereo foam, plastik, kayu-kayu, dan masih banyak sampah lainnya yang memang sangat mengganggu keberlangsungan ternak ikan. Selain itu juga akan terlihat kumuh jika sampah-sampah tersebut dibiarkan begitu saja.

“Pentingnya peran khusus dari pemerintah kabupaten maupun pemerintah Provinsi Jawa Barat, untuk menangani sampah secara lebih serius,” tandasnya. (yis/sri)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.