Bojongmeron Jadi Pasar, Pedagang: di PIP Sepi

0 2

CIANJUR – Puluhan pedagang kembali berjualan di kawasan Bojongmeron. Padahal, lokasi yang kini sudah dijadikan taman tersebut dilarang untuk dijadikan tempat perdagangan, apalagi pasar.

Yayap (50) salah seorang pedagang sepedah bekas, mengaku sempat diberi lapak di PIP, tetapi lapaknya tidak sesuai dengan yang diharapkan, karena sekedar tempat tanpa ada penutup.

“Barang dagangan saya kan sepeda bekas dan spare partnya agar barang dagang aman, harus memakai lapak yang aman. Makanya saya kembali dan bertahan di sini,” ujar dia kepada Cianjur Ekspres, Rabu (5/12).

Di sisi lain, Nurdin (48) seorang pedagang daging, mengatakan, sudah mencoba berjualan di Pasar Induk Pasirhayam (PIP) tapi hanya kuat bertahan selama enam bulan. “Di pasar induk tempatnya memang nyaman, aman, tapi yang didapat hanya kerugian, tidak seperti berjualan di Bojongmeron,” ucapnya.

Menurutnya, berjualan di Pasar Induk Pasirhayam bisa merugi karena banyaknya bandar yang saling bersaing memainkan harga. Akibatnya selisih harga jadi tidak merata, dan merugikan pedagang yang mengambil barang dari distributor.

“Jadi tidak sehat, harga mereka yang merupakan bandar kan lebih rendah. Kami kalau mengikuti harga bandar, tentu yang ada jadi rugi,” kata dia.

Dia menambahkan, jika memang pemkab Cianjur benar-benar ingin memusatkan perdagangan di Pasar induk Pasirhayam, harus semua pasar yang ada di Cianjur dipindahkan.

“Pemkab Cianjur harus tegas dan adil jika memang ingin memusatkan perdagangan di sana, jangan menyisakan Pasar Ramayana dan pasar yang ada di wilayah Leles, Karangtengah. Jika semua pedagang bisa pindah ke Pasar Induk Pasirhayam pembeli pasti akan mencari karna butuh,” pungkasnya.(bay/red)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.