Dugaan Malapraktik di RSDH Harus Diusut Tuntas

0 107

CIANJUR – Kuasa hukum almarhumah Fadilah Rahmawindani (16), Oden Junaedi, menyatakan bahwa akan terus memperjuangkan keadilan. Seperti diketahui sebelumnya, Fadilah menjadi korban dugaan malapraktik di Rumah Sakit DR Hafiz (RSDH) Cianjur, yang kini telah meninggal dunia.

Oden mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya Fadilah Rahmawindani pada Senin (3/12) pukul 12.50 Wib. Menurutnya, hal tersebut akibat adanya dugaan malapraktik yang dilakukan oleh salah satu dokter spesialis ahli bedah di RSDH.

“Sebagai kuasa hukum dari korban atas nama Fadilah Rahmawindani, akan terus memperjuangkan keadilan untuk almarhumah dan keluarganya,” ungkap Oden Junaedi saat ditemui di Kantor Hukum Cianjur Loyer Club (CLC) kepada Cianjur Ekspres, Selasa (4/12).

Oden mengatakan, akan menuntut baik itu secara pidana dan juga perdata kepada yang bersangkutan salah satu dokter spesialis di RSDH. “Kalau untuk pidana kami laporkan ke kepolisian. Selain itu, kami juga akan mecari keadilan di Undang-Undang perlindungan anak. Karena pada saat kejadian Fadilah Rahmawindani baru berumur 15 tahun. Sedangkan untuk perdatanya kami akan melakukan gugatan atas perbuatan melawan hukum (PMH) ke Pengadilan Negeri Cianjur yang dilakukan oleh salah satu oknum dokter spesialis di RSDH,” katanya.

Oden mengaku sudah melaporkan kasusnya ke pihak kepolisian. Dengan begitu sebagai kuasa hukum Fadilah sangat berharap sekali atensi dari pihak kepolisian untuk segera mengungkap kasus dugaan malapraktik tersebut.

“Saya sangat berharap sekali atensi dari pihak kepolisian untuk segera mengungkap kasus dugaan malapraktik seperti ini, karena kalau dibiarkan dikhawatirkan akan terjadi seperti kasus yang serupa di Cianjur ini,” terang Oden.

Pihaknya akan menggelar perkara untuk mencari bukti-bukti sebagai bahan pembanding khususnya diagnosa yang dilakukan oleh pihak RSDH ke rumah sakit yang lain. “Dengan begitu, nantinya bisa kelihatan, apakah Fadilah itu mengalami malapraktik atau bukan,” katanya.

Oden mengatakan, saat ini korban sudah dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Tugu Salaeurih Cianjur. Dimana di Kampung tersebut merupakan tempat tinggal bapak almarhumah Fadilah Rahmawindani, Dani Supriadi.

Diberitakan sebelumnya, Fadilah Rahmawindani merupaka pasien yang diduga menjadi korban malapraktik dokter ahli bedah di RSDH Cianjur. Berdasarkan data yang berhasil dihimpun dari pihak kuasa hukum RSDH bahwa Fadilah sebelumnya mengalami sakit maag dan dibawa berobat ke Puskemas Cugenang.

Selanjutnya pada 17 Oktober 2018 korban dibawa ke RSDH untuk dilakukan operasi usus buntu. Setelah dilakukan operasi, pasien sempat dirawat selama 3 hari hingga 20 Oktober 2018, lalu pasien pun dirujuk untuk tidak dirawat inap melainkan untuk di menjalani rawat jalan oleh pihak RSDH.

Namun pada 21 Oktober 2018, Fadilah kembali datang ke RSDH untuk kembali menjalani perawatan. Karena sakit yang diderita korban tak kunjung sembuh, dan setelah menjalani perawatan selama 11 hari atau dari 21 hingga tanggal 31 Oktober 2018 Fadilah pun kembali dirujuk pihak RSDH untuk menjalani rawat jalan karena dinilai kondisi korban sudah membaik.

Hal tersebut berbeda dengan pernyataan Ai Rahmawati (37) ibu Fadilah. Sebelumnya, selama korban dirawat selama 11 hari di RSDH hanya mendapatkan perawatan berupa selang infus dan tidak dibantu dengan alat lainnya untuk menunjang kesembuhan korban.

“Waktu dirawat selama 11 hari, anak saya hanya diberikan infus saja,” katanya.
Sementara itu, orangtua almarhumah Fadilah Ramawindani, Dani Supriadi (40) saat ditemui di rumahnya di Kampung Tugu RT 02/RW 06 Desa Sukamaju Kecamatan Cianjur itu tak bisa bicara banyak. Namun pihaknya mengaku tidak tahu persis dari awalnya jika anaknya (Fadilah) itu dirawat di RSDH.”Saya hanya bisa pasrah, mau bagaimana lagi anak saya sudah tidak ada,” singkatnya.

Sementara itu, kuasa hukum dari RSDH Cianjur, Aep Lukman Nul Hakim saat dihubungi melalui telepon seluler, menolak dan membantah atas tuduhan dugaan malapraktik yang dilakukan oleh kliennya tersebut.

“Atas nama kuasa hukum RSDH, saya membantah jika klien dituduh atas dugaan malapraktik kepada pasien atas nama Fadilah Rahmawindani,” ujarnya.

Adapun terkait adanya laporan ke pihak kepolisian, pihaknya akan bersikap kooperatif dalam menghadapi proses hukum. “Harapan kami tentu atas adanya perkara ini bisa diselesaikan dengan baik dan tidak berlarut-larut,” katanya.

Aep mengatakan, atas meninggalnya pasien atas nama Fadilah, sebagai atas nama pribadi dan atas nama RSDH turut berduka cita yang sedalam dalmnya. “Semoga semua amal ibadah almarhumah di terima oleh Allah Swt dan ditempatkan yang mulia di sisiNya,” tutupnya.(yis/red)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.