Warga Griya Luncurkan Bank SaMa

Marwan: Bisa Menjadi Berkah Bagi Masyarakat

0 50

CIANJUR – Puluhan warga di RW 06 Perumahan Griya Maleber, Desa Maleber Kecamatan Karangtengah, menggagas keberadaan Bank Sampah Maleber (SaMa) di area bebas kendaraan di lingkungan sekitar, Minggu (2/12).

Kegiatan mengumpulkan barang bekas tersebut sebagai bentuk kepedulian warga terhadap lingkungan sekitar. Selain itu, upaya mewujudkan pola hidup sehat juga bisa dilakukan lantaran adanya bank sampah. Ditambah, sampah-sampah tersebut nantinya akan punya nilai ekonomis.

Komisaris Bank SaMa, Marwan Hamdani mengatakan, awalnya pengelolaan bank sampah dilakukan oleh masing-masing warga, dengan cara membeli langsung dari masyarakat.

“Tujuan peluncuran bank sampah ini lebih kepada bagaimana penanganan sampah secara khusus di RW 09 yang dihuni oleh sekitar 400 kepala keluarga. Jika dikelola dengan benar sampah bisa menjadi berkah bagi masyarakat,” katanya setelah launcing bank sampah, Minggu (2/12).

Agenda selanjutnya, kata Marwan, akan dilakukan pelatihan kepada masyarakat tentang bagaimana pengelolaan sampah yang baik dan benar.

“Kami sudah studi banding, nantinya sampah-sampah rumah tangga akan diproduksi sendiri dan tidak dijual mentah,” katanya

Kepala Desa Maleber, Kecamatan Karangtengah, Deden Jamaludin mengapresiasi adanya gerakan bank sampah yang dilakukan warga Griya Maleber. Menurut dia, sampah merupakan masalah lingkungan yang paling utama.

“Saya sangat mengapresiasi pembentukan bank sampah di Griya Maleber ini, karena permasalahan sampah sangat menjadi masalah di Desa Maleber, meski hampir setiap RT di Desa Maleber memiliki gerobak sampah,” katanya.

“Mobil sampah yang ada selama ini hanya mengambil (sampah) dari Desa Maleber ke tempat pembuangan akhir, dan ini hanyalah pengalihan masalah bukan pemecahan masalah. Dengan adanya bank sampah di Griya Maleber ini mudah-mudahan dapat memecahkan permasalahan sampah ini,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cianjur Susilawati, mengapresiasi keberadaan bank sampah di lingkungan tempat tinggalnya. Selain dapat memecahkan permasalahan sampah juga ada nilai ekonomis bagi warga. “Jika sampah dikelola dengan baik tentu akan ada produk yang bisa dihasilkan oleh warga dari sampah itu sendiri,” katanya.

Sebagai legislator, dirinya berharap masyarakat bisa lebih produktif dan inovatif untuk bisa meningkatkan nilai ekonomis, terutama dari keberadaan bank sampah itu sendiri.

“Nilai ekonomisnya juga ada dengan keberadaan bank sampah ini. Sampah yang awalnya tidak nilai ekonomis, ketika sudah didaur ulang, bisa berharga nantinya. Kami (dewan) juga nantinya akan membantu dalam hal regulasi, terutama terkait anggaran,” pungkasnya. (tts/sri)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.