Gemas LiterCi Wujud Geliat Literasi

Wadah Komunitas Bagi Para Guru di Cianjur

0 29

CIANJUR – Komunitas Gerakan Masyarakat Literat Cianjur (Gemas LiteraCi) sebagai wujud geliat literasi para guru di Kabupaten Cianjur, adakan pelatihan menulis untuk para guru beberapa waktu lalu. Kegiatan tersebut ditandai dengan Pelatihan Menulis Kreatif. Pelatihan ini diikuti oleh 250 orang guru yang berunit kerja di SD, SMP, SMA, dan SMK.

Kordinator Gemas LiteraCi SMA, Badriah mengatakan, pelatihan tersebut digagas oleh beberapa orang guru, pengawas, dan majalah guneman yang menginginkan Cianjur sejajar dengan kabupaten atau kota lain.

“Gemas LiteraCi merupakan wadah komunitas bagi para guru di Kabupaten Cianjur yang memiliki misi yang sama. Salah satu misinya diantaranya berupaya berkarya sesuai kemampuan. Melalui banyak latihan dan dibantu oleh kemauan yang keras,” kata Badriah saat dihubungi Cianjur Ekspres, Minggu (2/12).

Menurut Badriah, misi berkarya sesuai kemampuan dengan dasar bahwa setiap orang mampu berkarya. Namun dengan kemampuan yang berbeda, ada yang mampu menulis dalam bentuk puisi, ada yang sangat suka menulis cerita pendek, ada yang asyik menulis karya ilmiah, ada yang bermain dengan kata-kata dalam bahasa Inggris.

“Sedangkan kemauan menjadi salah satu hal yang diperhatikan karena kemauanlah yang kelak mengubah wajah literasi Kabupaten Cianjur. Kemauan menjadi penting karena untuk menjadi literat dituntut melakukan dua hal secara bersamaan dan berkelanjutan. Diantaranya adalah membaca,” katanya.

Individu literat, lanjut dia, membutuhkan asupan untuk ditularkan kembali dalam bentuk tulisan ataupun lisan. Asupan itu adalah membaca. Bagi yang tidak memiliki talenta menulis, membaca menjadi keharusan. Usai membaca, informasi menjadi begitu kaya sehingga bisa berbagi informasi baru berdasarkan hasil bacaan. Sedangkan menulisnya sendiri, merupakan aktivitas lanjutan yang dikuasai dengan cara banyak latihan.

“Gemas LiteraCi memang menyadari bahwa tidak banyak guru yang lahir dengan kemampuan menulis bawaan (gifted). Oleh karenanya, berlatih menulis menjadi syarat kedua yang harus dilakukan. Berlatih yang dituntut adalah yang rutin dan berkelanjutan. Ibarat berlatih naik sepeda, untuk menguasai menulis dibutuhkan kuantitas latihan menulis yang tinggi. Makin sering berlatih, makin baik atau dikenal dengan peribahasa practice makes perfect (latihan membuat sempurna),” paparnya.

Dikatakan Badriah, membaca dan berlatih menulis secara berkelanjutan menghasilkan warga negara literat. Literat secara pengetahuan sebagai upah banyak membaca. Literat secara tulis karena internalisasi bacaan yang diulang sajikan menjadi informasi baru yang mencerdaskan penulis sekaligus pembacanya. Kemauan juga berperan sebagai penentu karena untuk memulai membaca dan menulis tidaklah sederhana.

“Para guru kan umumnya memiliki waktu senggang yang tidak banyak. Waktu yang sedikit tersebut digunakan untuk menjadi diri sendiri, berbagi dengan keluarga, menjadi manusia biasa, dan kegiatan-kegiatan lain yang melepaskannya dari tuntutan sebagai orang yang digugu dan ditiru. Menambah aktivitas di waktu senggang bisa saja mengurangi kekhidmatan istirahat,” kata Badriah.

Guru yang bersedia, lanjut dia, mengganggu dirinya sendiri dengan membuat kegiatan tambahan yakni membaca dan menulis itulah guru yang berkemauan. Mau mengubah pengisian waktu senggang dengan hal baru. Gemas LiteraCi sebagai sebuah aktivitas telah membuka peluang bagi para guru, untuk mulai menyisipkan kegiatan membaca paling tidak selama 15 menit setiap hari, dan menyelipkan menulis selama 5 sampai 10 menit per harinya.

“Kalau perlu, menulis untuk menulis dalam arti melatih menulis tanpa terbebani apakah tulisannya bagus atau tidak. Membangun kebiasaan membaca yang dilanjutkan dengan menulis merupakan pijakan utama dalam membangun masyarakat literat Cianjur. Jika kini baru tercatat ada 250 orang guru yang memulainya, bukan tidak mungkin dalam waktu yang tidak lama, tercatat pula ratusan guru literat yang menandai keberadaanya dengan karyanya. Guru yang memilih menulis sebagai lahannya untuk berkarya adalah guru yang mengabadikan namanya sebagai warga negara literat,” pungkasnya. (job3/sri)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.