Korban Malapraktik Minta Ganti Rugi

Dr Randy Diminta Bertanggung Jawab

0 96

CIANJUR – Ai Rahmawati, ibu Fadilah Rahmawindani, 16, menuntut dokter spesialis bedah di RSDH dr Randy agar bertanggung jawab atas dugaan malapraktik. Pihak keluarga menilai kinerja dr Randi asal-asalan dan terkesan arogan saat melayani pasien.

“Saya minta dr Randy untuk bertanggung jawab untuk kesembuhan anak saya Fadilah Rahmawindani,” kata Ai, saat ditemui Cianjur Ekspres, Kamis (29/11)

Ai mengatakan, dr Randi dinilai tidak ada santun saat melayani pasien (anaknya). Pada saat Fadilah masih terbaring lemas di RSDH pada beberapa waktu lalu, Ai didatangi dr Randi bahwa anaknya itu manja dan tidak mau berusaha untuk gerak.

“Setelah dioperasi usus buntu, anak saya memang terbaring lemas karena sakit yang dia rasakan. Tapi ketika saya bertanya ke dr Randy malah dibilangnya anak saya ini terlalu manja dan tidak mau menggerakan badannya. Saya rasa seorang dokter itu seharusnya bisa melayani pasiennya dengan setulus hati bukan malah seolah menyalahkan anak saya yang lagi terbaring lemas,” katanya.

Ai berharap anak bisa sembuh seperti semula itu sangatlah besar. Selain itu, Fadilah memiliki masa depan yang masih panjang, karena hingga saat ini statusnya pelajar di salah satu Pesantren di Kecamatan Pacet.

“Pokonya saya minta sama dr Randy bagaimana caranya agar anak saya ini bisa kembali menjadi anak yang periang. Padahal, sebelum dilakukan operasi usus buntu anak saya itu masih sehat meskipun mengidap penyakit usus buntu,” terang Ai.

Menurutnya, pihak keluarga sama sekali tidak pernah meminta anaknya (Fadilah) untuk dilakukan operasi usus buntu, namun karena merasa pihak keluarganya diminta sama dr Randy agar anaknya itu tidak terus-terusan mengeluh sakit, maka harus dilakukan operasi.

“Mendengar arahan dari sang dokter, saya langsung mengiyakan saja, dan saya pun langsung menandatangani pernyataan yang diminta pihak RSDH, dengan tujuan agar anak saya itu bisa sembuh total dari usus buntunya,” ujar Ai.

Ai mengatakan, padahal sebelumnya punya keraguan untuk menyetujui anaknya akan dioperasi usus buntu. “Saat ini saya hanya bisa pasrah nunggu keajaiban dari Allah Swt, dan juga saya akan terus berupaya bagaimana caranya agar dr Randy mau mempertanggungjawabkan atas perbuatannya itu,” pungkasnya.(yis/red)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.