Jalan Muaracikadu Amblas, Jalur Puncak Retak-retak

0 36

CIANJUR – Jalan desa yang menghubungkan beberapa kampung di Kecamatan Sindangbarang terputus akibat longsor yang menutupi badan jalan.

Camat Sindangbarang, Zaenal Mutaqin, mengatakan, akibat longsoran tersebut sejumlah kampung di wilayah tersebut terisolir, sehingga warga yang hendak beraktivitas tidak dapat melintas, sehingga roda perekonomian terhambat.

“Jalan desa yang menghubungkan kampung Loajajar dengan Kampung Muaracikadu, Desa Muara Cikadu dan selanjutnya ke kota Kecamatan Sindangbarang, terputus akibat longsor,” kata dia kepada wartawan saat dihubungi, Kamis (29/11).

Dampak luasnya, ungkap dia, arus lalu lintas kendaraan harus memutar ke jalan yang lebih jauh untuk sampai ke kota kecamatan karena jalur alternatif jembatan gantung beberapa waktu lalu putus akibat banjir bandang.

Oleh karena itu, warga berharap dinas terkait segera menurunkan alat berat untuk membersihkan material longsor yang menutup jalan, karena upaya yang dilakukan aparat kecamatan dan warga hanya mengunakan alat seadanya.

“Kalau mengandalkan alat manual proses evakuasi longsoran akan memakan waktu lama, sehingga dampaknya ribuan warga terisolir tidak dapat beraktivitas,” katanya.

Menurutnya, jalan provinsi yang terletak di bagian atas jalan desa penghubung antar kecamatan, terancam amblas karena tebing di bawahnya yang terus bergerak. Perlu penanganan bersama dinas terkait di pemkab dan Provinsi Jabar untuk melakukan antisipasi agar kedua akses jalan tersebut tidak terputus.

“Saat ini, intesitas hujan di wilayah selatan cukup tinggi, sehingga kami mengimbau warga untuk waspada dan segera mengungsi ketika mellihat tanda-tanda bencana,” katanya.

Di Cipanas, polisi lalu lintas Polres Cianjur melalu Kanit Lantas Polsek Pacet Iptu Dang Diki mengatakan, agar pengendara roda dua dan roda empat yang akan mengarah ke Bogor-Jakarta selalu waspada dikarenakan ada pergerakan tanah di Riung Gunung Bogor, Kamis (29/11).

“Saya sarankan bagi pengendara baik itu roda dua dan roda empat agar selalu waspada. Terlebih yang akan berkendara ke arah Bogor dan sekitarnya,” kata Iptu Dang Diki, kepada Cianjur Ekspres, Kamis (29/11).

Dang Diki mengatakan, pascakejadian pergerakan tanah di Riung Gunung Kabupaten Bogor. Bagi kendaraan yang akan mengarah ke Bogor maupun dari Cianjur ke Bogor diberlakukan sistem buka tutup di lokasi kejadian. Sedangkan untuk kendaraan roda empat dan roda dua masih bisa lewat dengan mengikuti arahan dari petugas.

“Kendaraan yang diperbolehkan saat ini adalah kendaraan roda empat. Seperti engkel, mini bus dan roda dua. Sedangkan untuk kendaraan truk dan bermuatan berat tidak bisa lewat karena dikhawatirkan akan terjadi hal yang tidak inginkan,” katanya.

Sementara itu Kepala Bidang Preservasi Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VI, Chris Lasmono, mengatakan, progres perbaikan di titik longsor lainnya, yakni di Gunung Mas dan di Puncak Pass juga ditarget Desember selesai. “Di Puncak Pass yang masuk ke Cianjur ada sembilan titik bore field yang saat ini juga dilakukan pengerjaannya,” kata Chris.(bay/yis/red)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.