Mantan PMI Harus Dibina Jadi Pelaku UKM

0 111

CIANJUR – DPC Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia Raya (Astakira) Pembaharuan Kabupaten Cianjur mendorong perhatian pemerintah, dan pihak terkait untuk membina kelompok UKM Pekerja Migran Indonesia (PMI) Purna di Tatar Santri. Hal itu dilakukan supaya para mantan buruh migran tidak lagi berangkat ke luar negeri untuk menjadi sebagai pekerja di bidang informal.

Ketua DPC Astakira Pembaharuan, Ali Hildan mengatakan, sejak beberapa tahun lalu di Cianjur sudah banyak terbentuk kelompok usaha dan kelombok binaan yang terdiri dari para eks PMI. Terbentuknya kelompok binaan tersebut berangkat dari kurangnya perhatian pemerintah terhadap mantan PMI tetang wirausaha.

“Pada akhirnya mereka para mantan pahlawan devisa tersebut berangkat lagi untuk menjadi TKI. Makanya daripada semakin banyak TKI yang berangkat, apalagi dari para purna tersebut, kami rangkul dan dibentuk kelompok binaan. Saat ini kami sudah bentuk 10 kelompok UKM TKI purna,” ujar dia kepada Cianjur Ekspres saat ditemui di kantornya, Kamis (22/11).

Dia menjelaskan, kelompok binaan purna PMI tersebut baru ada di enam desa di tiga kecamatan. Setiap kelompok terdiri dari minimnal 10 orang eks PMI. “Sekarang masih berjalan pendataan dengan cara berkoordinasi dengan setiap desa yang ada di Kabupaten Cianjur,” ungkapnya.

Ali menambahkan, pihaknya melakukan pertemuan dengan beberapa instansi. Mulai dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi hingga Bank Indonesia terkait dalam pembahasan kelompok binaan UKM purna PMI, yang dilakukan di Kantor Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Cianjur, Kamis (22/11).

Tetapi, lanjut dia, hasil dari pertemuan Astakira dengan perwalikan Bank Indonesia hanya baru rencana. “Mudah-mudahan ada niat keseriusan dari BI tersebut untuk segera memberikan permodalan bagi mereka, dan tidak hanya sekedar wacana,” tegasnya.

Di sisi lain, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Cianjur mengklaim pihaknya telah melakukan pemberdayaan dan pembinaan terhadap beberapa kelompok eks PMI di Cianjur. Bahkan kelompok tersebut mewadahi eks PMI di desanya.

Sekretaris Disnakertrans Kabupaten Cianjur, Heri Suparjo, mengatakan, pada 2017 pihaknya menjalankan program dari kementerian tenaga kerja untuk membina para eks PMI di Kecamatan Cilaku dan Pagelaran, kemudian di 2018 ini dilakukan untuk desa di Cidaun dan Cibeber.

“Mudah-mudahan di tahun depan juga ada program lagi. Itu kan dari pusat, kami hanya menjalankan. Sasarannya desa yang terbanyak PMI atau eks PMI-nya,” kata dia.

Menurutnya, pembinaan tersebut meliputi bidang ekonomi, dimana potensi usahanya dibina untuk produktif dan diarahkan pasarnya agar lebih berkembang. Namun selain itu, di tingkatan desanya juga ditempatkan petugas untuk pendataan bagi para PMI.

“Sekarang untuk bidang usaha sudah berjalan, apalagi pasarnya kan jgua difaslitasi oleh instansi terkait. Dengan begitu diharapkan para mantan PMI tidak lagi berangkat, dan mengembangkan potensi di wilayahnya,” kata dia.
Sementara itu, terkait adanya wacana program binaan dari BI, pihaknya juga berharap tidak sebatas wacana dan bisa terelasisasi dengan baik.(bay/red)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.