Cianjur Diserbu Transportasi Online

Wabub: Aturan Masih Lemah, Akan Rumuskan Solusinya

0 30

CIANJUR – Persaingan bisnis transportasi online di Cianjur kian ramai. Setelah Grab, kini giliran jasa transportasi online Go-jek sudah memasuki dan beroperasi di Cianjur. Para pengemudi ojek pangkalan pun dirangkul untuk mengisi kuota driver dari jasa transportasi tersebut.

Satgas Go-jek Cianjur, Lukman menjelaskan, keberadaan go-Jek di Cianjur baru dua pekan. Rekrutmen driver pun masih terbatas, yakni hanya pada para pengemudi ojek pangkalan dan komunitas pengemudi online.

“Kami sudah komunikasi dengan para pengemudi ojek termasuk paguyubannya, karena kami memang akan utamakan mereka yang berprofesi sebagai pengemudi ojek di pangkalan. Di samping itu, ada juga yang dari komunitas, jadi tidak umum dulu,” kata Lukman saat dihubungi Cianjur Ekspres, Rabu (21/11).

Menurutnya, pengemudi ojek pangkalan yang direkrut mayoritas di luar dari paguyuban, namun tidak sedikit juga dari paguyuban yang ikut bergabung.

Dia menambahkan, dibandingkan jasa layanan aplikasi dan transportasi online lain, Go-Jek lebih memberikan keuntungan dan kenyamanan bagi driver. Sehingga banyak dari driver aplikasi lain yang berpindah ke Go-jek.

“Apalagi kan aplikasinya itu asli dalam negeri, sementara yang lain dari luar negeri. Makanya diutamakan itu saling menguntungkan dengan mitra atau driver, dan layanan pun dimaksimalkan bagi para pelanggan,” ucapnya.

AH (30) salah seorang driver online Go-Jek, mengaku, begitu ada perekrutan driver Go-Jek, dirinya langsung ikut mendaftar. Driver online yang satu komunitas dengannya pun ikut masuk dan berpindah ke Go-jek.

“Ada kuota untuk setiap komunitas, jadi langsung masuk. Untuk sekarang sudah lumayan, sehari ada sekitar 14 penumpang. Selain pengantaran orang, ada juga yang mulai menggunakan go-food,” kata dia.

Menurutnya, di awal masuknya Go-jek masih banyak keuntungan yang diterima driver, apalagi karena masih belum banyaknya yang tergabung. Sementara aplikasi lainnya sudah sangat banyak driver, sehingga pendapatan juga menurun. Apalagi sistem insentif yang terus berubah dan dinilai kurang menguntungkan bagi driver.

“Untuk awal ini masih banyak keuntungan, pelanggan pun atau pengguna cukup banyak sehari,” kata dia.

Sementara itu, Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman mengatakan, terkait pengawasan dan pembatasan palikasi online ke Cianjur masih belum bisa dilakukan, sebab aturan di pusat yang masih lemah. Sehingga Pemkab tak bisa mengeluarkan peraturan daerah ataupun peraturan bupati.

Rencananya, Pemkab akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk merumuskan upaya lain agar meskipun aplikasi transportasi online masuk, tapi Cianjur tetap kondusif.

“Kalau Cianjur begitu saja buat regulasi seperti Perbup, dikahwatirkan ada gugatan nantinya. Sebab aturan di pusat masih lemah. Makanya kami akan rumuskan lagi solusi terbaiknya. Untuk yang sekarang kami tidak bisa berbuat banyak,” ucap dia.(bay/sri)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.