Sebanyak 52 UKM Cianjur Naik Kelas

Penuhi Standar Pengelolaan Sumber Daya Alam

0 39

SEBANYAK 52 Usaha Kecil Mikro (UKM) di Kabupaten Cianjur naik kelas. Para pelaku UKM tersebut merupakan bagian dari komunitas Akademisi, Bisnis, Komunitas, Goverment, dan Media (ABCGM) yang merupakan komunitas para pedagang rumahan atau home industri yang memproduksi kuliner khas Cianjur dan sifatnya mandiri.

Ketua Pelaksana Launching Program UKM Naik Kelas, Abdul Rosid mengatakan, sebelum di launching para pelaku UKM yang naik kelas, pihaknya terlebih dahulu menyeleksi para pelaku UKM tersebut. “Ada 120 UKM yang kita seleksi, dan setelah melalui beberapa tahapan mengerucut menjadi 52 UKM yang kita launching ini,” kata Abdul Rosid saat ditemui Cianjur Ekspres disele kegiatan, Rabu (21/11).

Dikatakan Abdul Rosid, dalam kegiatan tersebut juga diberikan serangkaian penghargaan. Seperti yang disampaikan Wakil Bupati H. Herman Suherman kepada Ketua ABCGM Kabupaten Cianjur Dewi Lustiawati. “Komunitas ABCGM ini berdasarkan inisiatif masing-masing yang bertujuan untuk mendorong UKM bisa naik kelas,” terang Abdul Rosid

Banyak keunggulan ABCGM kata Abdul Rosid diantaranya, program UKM naik kelas, yang akan meningkatkan mainset kewirausahaan, cara mengelola sumberdaya alam, faktor lingkungan baik itu eksternal dan internal, inovasi dan strategi, sertra kinerja bisnis.

“Artinya kalau para UKM ini bisa melewati beberapa tahapan itu maka bisa dikatakan naik kelas,” katanya.

Ketua ABCGM Kabupaten Cianjur Dewi Lustiawati mengatakan, kegiatan yang digelar di gedung PLUT KUMKM Jalan Gadog II, Desa Gadog, Kecamatan Pacet untuk sinergitas UKM Kabupaten Cianjur bisa naik kelas.

Pihaknya sengaja mengedepankan para pengusaha kecil seperti home industri yang memproduksi makan tradisional khas daerah Kabupaten Cianjur yang nantinya akan di pasarkan dengan berbagai cara diantaranya medsos, dan juga dibantu sama media.

“Berkat keuletan dari para UKM itu sendiri, ternyata untuk produksi kulinernya sendiri sudah cukup mahir dan saat ini hasil karnya pun sudah mulai di lirik dari luar daerah seperti Sumatra, Jakarta dan wilayah-wilayah lainnya,” ujar Dewi.

Dewi mengatakan, saat ini binaan-binaan UKM nya itu hasilnya sudah mulai dipasarkan di toko-toko modern seperti Carrefour, Ramayana, Hypermart dan Lottemart.

“Kenapa semua produk kuliner hasil binaan kita bisa masuk ke toko-toko modern, karena standar yang dibutuhkan oleh perusahaan seperti toko modern tersebut kita sudah memenuhinya standarnya. Maka dengan begitu diharapkan UKM lainnya juga bisa termotivasi untuk terus meningkatkan hasil kulinernya dan yang paling terpenting adalah bisa naik kelas,” tandasnya.(adv/yis/sri)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.