Hujan Angin Hantam Cipanas

Sebabkan Pohon Tumbang dan Banjir

0 14

CIANJUR – Hujan lebat yang disertai dengan angin kencang di seputaran wilayah Kecamatan Cipanas, dan Sukaresmi pada Senin (19/11) sore hingga malam hari mengakibatkan beberapa pohon besar tumbang menimpa beberapa tiang listrik dan menyebabkan aliran listrik sempat mati dari pukul 16.30WIB hingga pukul 20.40 WIB

Supervisor PLN Cabang Rayon Cipanas Hendra mengatakan, akibat hujan yang cukup lama dan disertai angin yang cukup kencang ada beberapa pohon yang tumbang dan mengenai kabel dan tiang listrik di beberapa wilayah Rayon PLN Cabang Cipanas.

“Ada empat titik lokasi pohon yang tumbang pada saat hujan turun. Kondisi tersebut sempat menimbulkan gangguan terhadap aliran listrik,” kata Hendra saat dihubungi Cianjur Ekspres, Selasa (20/11).

Hendra mengatakan, dari empat titik lokasi tersebut diantaranya di depan Lapang Istana Cipanas, Panyeweeyan Cigomobong, arah Villla Permata arah ke Kampung Pasantren dekat Pasar GSP Cibadak, Kecamatan Sukaresmi, dan arah ke Kampung Singa Barong Rarahan, Desa Cimacan.

“Karena cukup banyak pohon yang tumbang, jadi aliran listrik untuk di sekitaran wilayah Cipanas, Pacet dan Sukaresmi sedikit terganggu karena ada perbaikan untuk normalisasi aliran listrik,” katanya.

Hendra mengatakan, semua personil dari petugas PLN Cabang Cipanas di terjunkan untuk mengevakuasi pohon yang tumbang dan terlebih yang berkaitan dengan kabel atau tiang listrik.

“Atas nama Managemen PLN Cabang Cipanas, saya mohon maaf atas ketidak nyamanannya karena sempat ada pemadaman beberapa jam karena ada perbaikan kabel aliran listrik yang tertimpa pohon tumbang kemarin,” tutupnya.

Tidak hanya menumbangkan beberapa pohon, hujan deras disertai angin tersebut juga menyebabkan aliran sungai yang membelah Kampung Babakan Situ Cipanas meluap hingga merendam rumah warga. Seperti yang menimpa rumah M. Ikbal di Kampung Babakan Situ, Cipanas.

Air luapan sungai tersebut masuk kedalam rumahnya hingga mengakibatkan sejumlah barang berharga menjadi terendam. “Airnya cukup tinggi, tidak sempat menyelamatkan sejumlah barang, banyak yang terendam dan rusak,” kata M. Ikbal.

Selain merusak barang-barang, luapan air sungai itu juga mengakibatkan bau yang tidak sedap. “Baunya sangat tidak sedap, ini sungai pembuangan limbah rumah tangga. Harus bekerja keras untuk membersihkan,” katanya.

Banjir tersebut tidak terlepas akibat semakin menyempitnya sungai dampak dari pembangunan. “Selain curah hujan, sungainya juga sudah dangkal dan menyempit, jadi airnya meluap. Kami warga yang tinggal dibagian bawah yang menjadi korban,” paparnya. (yis/sri)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.