Sepuluh Kecamatan Dilanda Bencana

Tanah Longsor, Banjir, hingga Angin Puting Beliung

0 52

CIANJUR – Sembilan kecamatan di Kabupaten Cianjur terdampak bencana akibat hujan deras yang melanda selama sepekan terakhir. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa yang kebanyakan terjadi di Cianjur selatan ini. Namun kerugian materi masih ditaksir miliaran rupiah oleh BPBD Kabupaten Cianjur.

Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Sugeng Supriyatno, mengatakan, data awal bencana banjir dan longsor terjadi di Kecamatan Leles dan Agrabinta. Laporan ketiga datang dari Kecamatan Bojongpicung perihal bencana pergerakan tanah.

“Hal itu sudah dianalisa BMKG saat ini yang terancam pergerakan tanah di Bojongpicung ada enam rumah,” kata Sugeng, Senin (12/11).

Sugeng mengatakan, wilayah keempat yang terjadi bencana adalah Kecamatan Cikalongkulon. Di wilayah ini juga terjadi bencana pergerakan tanah. Lalu ada laporan bencana tanah ambles juga di Desa Cigunungherang.

“Laporan kelima dan keenam bencana puting beliung di Cipanas, malamnya di Kecamatan Sukaresmi jembatan rusak, jembatan ini menghubungkan Pakuwon dan Cikanyere,” kata Sugeng.

Sugeng mengatakan, saat ini jembatan baru bisa dilewati roda dua. Laporan ketujuh bencana longsor Naringgul, lalu kedelapan di Kecamatan Cikadu ada pergerakan tanah, selanjutnya di Kecamatan Cibinong juga ada enam rumah terancam pergerakan tanah.

“Laporan ke-10 di Kecamatan Cijati terjadi bencana banjir dan longsor, di tempat ini material dari tebing terbawa air,” kata Sugeng.

Sugeng menjelaskan, pihaknya menerima laporan dari Cidaun perihal evakuasi kapal nelayan. Ia mengatakan anak buah kapal beserta nahkodanya berhasil dievakuasi sekitar Pukul 13.00 WIB.

“Empat orang selamat setelah terombang ambing ombak di perairan Cianjur-Sukabumi,” kata Sugeng.

Sugeng mengatakan, BMKG telah mengimbau wilayah Cianjur memasuki musim hujan. Sebagai antisipasi pihak BPBD mengirim surat ke setiap kecamatan. “Harus waspada dan siaga bencana,” katanya.

Di samping itu, pascahujan deras melanda di Kecamatan Sukaresmi dan sekitarnya, jembatan yang menghubungkan Desa Cikanyere dan Desa Pakuon Kecamatan Sukaresmi nyaris ambruk. Jembatan tersebut merupakan penghubung ke perumahan Permata Sukaresmi.

Babinsa Desa Pakuon Sersan Mayor (Serma) Hamdani, mengaku sudah menghimpun semua warga yang tinggal di Komplek Permata Sukaresmi agar bersedia untuk mengumpulkan dana peruntukan belanja kayu balok dan bronjong untuk perbaikan jembatan penghubung antara Desa Cikanyere dan Desa Pakuon.

“Nanti akan kami belikan bahan material secukupnya. Paling tidak untuk sementara ini bisa dilewati kendaraan roda dua,” ungkap Babinsa Desa Cikanyere, Serma Hamdani, kepada Cianjur Ekspres, Senin (12/11).

Hamdani mengatakan, saat ini pihaknya berupaya menggunakan balok dan papan agar bisa dilewati warga dan juga kendaraan roda dua. “Kami pasang sementara balok dan papan dulu, yang penting warga bisa lewat,” kata dia.

Menurutnya, saat ini warga yang akan masuk ke komplek dengan menggunakan roda empat, tidak diperbolehkan karena dikhawatirkan akan terjadi hal yang tak diinginkan. “Untuk kendaraan roda empat sementara kami larang masuk, karena takut terjadi hal yang tak diinginkan,” kata dia.

Dadan, 43, warga Komplek Permata Blok C nomor 9, menuturkan, sebelum terjadi jembatan penghubung tersebut ambrol, hujan yang tak kunjung berhenti pada Sabtu dan Juga Minggu (10-11/11), dari pukul 14.00 hingga pukul 22.00 Wib ditambah dengan kondisi Sungai Ciputri tersebut airnya meluap hingga kepermukaan daratan.

“Kalau terjadi ambrol ini pas hujan yang kedua, yakni hari Minggu (11/11). Dan kejadiannya diperkirakan pukul 22.30 wib,” ungkap Dadan. (yis/red)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.