PUPR Terjunkan Empat Alat Berat Atasi Longsor Naringgul

0 47

CIANJUR – Kemenetrian PUPR menurunkan 4 alat berat untuk menyingkirkan material longsoran yang menutup Jalan Utama Bandung-Cianjur selatan, tepatnya di Kecamatan Naringgul.

Kepala Balai Besar PUPR PJN wilayah VI, Heri Suko, mengatakan keempat alat berat tersebut sudah sampai ke lokasi menjelang malam dan langsung melakukan upaya pembersihan matrerial longsor. Pihaknya menergetkan satu hari kedepan jalur utama Bandung-Cianjur itu, sudah dapat dilalui kendaraan roda empat dan lebih secara normal dari kedua arah.

“Sampai sore ini, baru kendaraan roda dua yang sudah dapat melintas dan pejalan kaki. Namun tetap harus waspada dan hati-hati karena alat berat masih berupaya menyingkirkan material longsor,” katanya kepada wartawan, Senin (12/11).

Dia mengimbau warga yang melintas mengunakan kendaraan roda dua atau berjalan kaki harus ekstra hati-hati karena landasan jalan masih licin akibat lumpur yang tebal.

Saat ini tambah dia, empat alat berat yang terdiri dari dua exsavator dan dua loder tengah berusaha menyingkirkan material longsor dengan ketebalan 5 meter dan panjang 50 meter menutup landasan jalan.

“Tebalnya dan panjangnya longsoran membutuhkan waktu yang cukup lama untuk tim melakukan pembersihan meskipun mengunakan empat alat berat, harapan kami warga dapat bersabar dan mengunakan jalur lain untuk beraktifitas,” katanya.

Di sisi lain, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Sugeng Supriyatno mengatakan, masih belum bisa dipastikan kapan jalur tersebut dapat kembali dilintasi motor maupun mobil.

“Soalnya penyelesaian proses sterilisasi lokasi dari material tanah, masih perlu melihat situasi dan cuaca. Saat ini cuaca memang sangat berpengaruh, jadi evakuasi harus dihentikkan beberapa kali,” kata dia.

Hingga saat ini, BPBD bersama PUPR Cianjur, muspika, dan masyarakat masih berada di lokasi untuk mensterilkan lokasi. Dari pihak provinsi juga sudah berada di lokasi untuk membantu dengan menurunkan dua alat berat untuk mengangkut material longsoran.

Sugeng mengimbau, pengendara menggunakan jalur alternatif jika hendak bepergian ke Cianjur selatan. Apabila berkendara dari Bandung, jalur Pangalengan, Ciwidey, dan Rancabuaya bisa dipilih untuk akses ke Cianjur.

Terkait bencana longsor yang semakin banyak terjadi, BPBD Cianjur mengatakan, bahwa pada 1 November- 31 November ditetapkan sebagai siaga banjir dan longsor. “Suratnya siap diedarkan, sudah ada surat peringatan dari BMKG juga. Cianjur pun akan menghadapi siklus tahunan banjir dan longsor,” ujar dia.

Sementara itu, berdasarkan data BPBD Cianjur, sampai saat ini tercatat ada 9 kecamatan yang dilanda banjir, puting beliung, dan longsor. Dengan kata lain, Cianjur sudah dilanda 3 dari 9 kategori bencana yang ada. Titik bencana tersebar di seluruh wilayah.

Dia menjelaskan, banjir dan longsor sudah melanda Kecamatan Leles, Agrabinta, Sukaresmi, Cikadu, dan Cijati. Kemudian, puting beliung terjadi di Cipanas. Disusul dengan terjadinya pergerakan tanah di empat titik di Bojongpicung dan Cikalong.

Menghadapi musim bencana, Sugeng mengaku BPBD terus melakukan tindakan antisipasi dan pencegahan. Salah satunya dengan menyiagakan desa tanggap bencana.

“Ada 12 desa tanggap bencana dari total 343 desa. Kami bekali relawan di setiap desa terkait kebencanaan, tercatat ada sekitar 360 relawan,” ujar dia.

Menurut dia, sosialisasi pencegahan dan antisipasi bencana dilakukandengan pembersihan serta penanaman pohon keras. Upaya tersebut, berguna untuk antisipasi terjadinya banjir dan longsor.

BPBD juga menindaklanjuti kebencanaan dengan kegiatan rehabilitasi dan rekonsiliasi. Salah satunya melaui program Jitu Pasna atau pengkajian pasca bencana. Program itu benar-benar dimaksimalkan untuk proses penghitungan kerugian pasca bencana.

Nantinya, Jitu Pasna akan jadi rujukan penghitungan kerugian dan pemberian bantuan pada korban. “Supaya tidak terjadi tumpang tindih bantuan. Semua harus tepat sasaran,” ucapnya.(bay/red)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.