Penetapan Status Siaga Bencana Tunggu SK Bupati

0 27

CIANJUR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur masih menunggu keluarnya Surat Keputusan (SK) dari bupati terkait penetapan status siaga banjir dan longsor. 

Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Sugeng Supriyatno, mengatakan, pihaknya saat ini baru mengeluarkan imbauan ke setiap desa dan kecamatan se-Kabupaten Cianjur terkait sudah masuknya musim hujan. Sehingga perlu diwaspadai bencana yang berpotensi terjadi saat hujan.

“Status siaga bencana kekeringan di musim kemarau sudah habis, belum ada SK yang baru terkait status bencana banjir dan longsor. Kami baru sebarkan imbauan yang didasari informasi peralihan musim dari BMKG,” ujar dia kepada Cianjur Ekspres saat ditemui di Kantor DPRD Kabupaten Cianjur, Rabu (7/11).

Menurutnya, penetapan status siaga banjir dan longsor di daerah masih menunggu keputusan dari BPBD Provinsi Jawa Barat. Namun dia memastikan jika edaran terkait status siaga tersebut keluar di November ini.

“Kalau sudah keluar penetapannya, langsung kami sebarkan dan lakukan antisipasi lanjutan terkait kebencanaan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, untuk saat ini pun para pemerintah di tingkat kecamatan dan desa sudah lebih siaga terkait kebencanaan.  Jika terjadi potensi bencana, warga langsung diimbau untuk mencari lokasi aman. Mereka pun segera melaporkannya ke BPBD.

“Seperti yang di Leles dan Agrabinta, mereka sudah sadar untuk menyelamatkan diri. Pemerintah ya langsung lapor ke kami, kemudian ditindaklanjuti dengan pendataan serta penanganan darurat,” ucapnya.

Terkait bencana di Leles dan Agrabinta, lanjut Sugeng, pihaknya masih melakukan pendataan terkait dampak ditimbulkan. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan tindakan dan perbaikan, terutama untuk jembatan yang rusak.

“Kami masih assesmen, yang terbaru terjadi pengikisan di tebing jembatan. Itu berpotensi membuat jembatan putus jika kembali ada banjir. Makanya kami segera komunikasi dengan OPD terkait agar segera memperbaiki, minimalnya dengan membangun bronjong atau Tembok pecahan tanah,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Puluhan rumah di Kecamatan Leles dan Agrabinta terencam banjir setelah diguyur hujan deras selama beberapa jam, Selasa (6/11) sore. Di samping itu, beberapa jembatan juga rusak, bahkan longsor juga terjadi dan menimbun halaman sekolah.(bay/red)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.