Warga Keluhkan Pembuangan Air Limbah Plastik

Banyak Warga yang Gatal-gatal

0 25

CIANJUR – Sejumlah warga Kampung Kadedampit, Desa Rancagoong, Kecamatan Cilaku
mengeluhkan adanya air limbah yang dialirkan ke selokan penduduk dari pabrik pengolahan
limbah plastik. Bahkan air limbah plastik itu mengalir ke selokan yang mengairi sawah dan
beberapa kolam ikan.

Asep (38) warga setempat mengatakan, air limbah dari salah satu pabrik diduga disengaja
dialirkan ke selokan hingga sampai mengalir ke sawah dan kolam ikan. “Air limbah sangat
mengganggu, ikan pada mati dan sering gatal bila terkena kulit,” katanya kepada wartawan,
Selasa (6/11).

Menurutnya, diduga pabrik tersebut tidak memiliki sarana Ipal dan Amdal dari Dinas
Lingkungan Hidup. Pasalnya, jika pabrik pengolahan plastik itu memilikinya pasti tidak akan
mencemari lingkungan.

“Kalau ada kenapa tidak dipakai dan malah di buang langsung ke aliran warga, tanpa adanya
penyaringan terlebih dahulu,” kata dia.

Sementara itu, pemilik pabrik pengolahan limbah plastik, H Jejen Muhaimin Hamim,
mengakui air limbah pabrik miliknya memang di alirkan ke selokan warga. Namun, tidak
berbahaya, karena tidak menggunakan bahan kimia.

“Memang saya alirkan ke selokan milik
warga, tapi itukan tidak berbahaya, kami tidak menggunakan bahan kimia,” kata dia kepada
wartawan.

Dia menjelaskan, untuk ijin-ijinnya diakuinya sudah lengkap. Selain itu, pihaknya menyaring
katul-katul (serpihan pelastik kecil) agar tidak ke selokan.

“Kalau perijinan kami lengkap.
Namun, saya masih memperbaiki penyaringan katul-katulnya agar tidak mengalir ke
lingkungan warga,” katanya.

Diakui H Jejen, pihaknya tidak mengerti cara proses pengolahan limbah pelastik, dan
pengolahan ini pun atas dorongan orang lain. “Saya sudah menjalankan pengolahan ini
selama dua tahun, karena saya tidak mengerti dan paham bagaimana cara mengolahnya,”
kata H Jejen.

Menurutnya, air limbah yang dialirkannya ke sungai tidak berdampak apa-apa. Kalau
memang ikan mati dan kulit gatal itu akibat air keruh.

“Bila ikan mati dan tangan gatal itu
wajar, karena airnya keruh. Selain itu, saya tidak tahu harus bagaimana, jadi dibiarkan saja
mengalir ke lingkungan warga,” pungkasnya.(bay/sri)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.