Puluhan Warga Kawungluwuk Geruduk Kantor Desa

Pertanyakan Kejelasan Uang Portal dan Tuntut Tuntaskan Betonisasi Jalan

0 50

SUKARESMI – Kesal adanya uang portal yang tidak jelas keperuntukannya, puluhan warga
Kampung Kawungluwuk, Desa Kawungluwuk, Kecamatan Sukaresmi mendatangi kantor
desa. Selain mempertanyakan kejelasan pemanfaatan hasil dari uang portal, warga juga
mempertanyakan kejelasan proyek betonisasi sepanjang 600 meter yang belum selesai.

Wakil Ketua Karangtaruna di Kedusunan I yang juga sebagai Ketua RT 1/1 Desa
Kawungluwuk, Kecamatan Sukaresmi, Yosep Saeful Alam mengatakan, aksi yang
dilakukan warga pada Rabu (31/10) merupakan aksi kekesalan warga kepada Pemerintah
Desa terkait keberadaan portal yang lokasinya berdekatan dengan kantor desa. Warga
menilai keberadaan portal tersebut tidak membawa manfaat bagi masyarakat umum.

“Warga sudah mulai geram dengan pemerintah desa. Keberadaan portal tersebut dinilai
hanya untuk kepentingan pribadi. Padahal sudah sangat jelas adanya portal tersebut hasil
uangnya dikumpulkan dan nantinya di alokasikan untuk perbaikan jalan, bukan malah untuk
kepentingan pribadi,” kata Yosep Saeful Alam, kepada Cianjur Ekspres, Kamis (1/11).

Yosep mengatakan, portal tersebut keberadaannya sudah berlangsung lama. Sebelumnya
penjaga portal dilakukan dengan melibatkan beberapa element warga baik itu Hansip dan
dari pemerintahan desa. Tapi saat ini penjaga portal tersebut hanya dijaga oleh dua orang
terdiri dari satu orang warga Kawungluwuk dan warga Kampung Nagrak.

“Warga menilai hasil dari uang portal tersebut sangat tidak jelas larinya kemana. Padahal tak
sedikit kendaraan kuhususnya mobil yang masuk ke Kampung Kawungluwuk. Apalagi
adanya pijat alternatif (H Ining) yang seharinya kendaraan bisa mencapai seratusan lebih
yang masuk, tapi uangnya lari kemana, saya tidak tahu,” katanya.

Yosep mengatakan, sekali masuk melintasi portal yang berada didekat Desa Kawungluwuk,
kendaraan roda empat dikenakan tarif Rp 2.000,-. Tapi dilihat dari fasilitas seperti jalan
umum masih saja berantakan. Padahal hasil dari keberadaan portal tersebut, uangnya akan
digunakan untuk perbaikan jalan.

“Karena masyarakat sudah geram, akhirnya portal di robohkan dan untuk perbaikan jalan
pun kini ditangani langsung oleh warga,” katanya.

Banyak kendaraan khususnya mobil banyak mengalami kejadian-kajadian yang ujungnya
bersitegang. Saat ini jalan yang lebarnya mencapai 5,5 meter itu dapat perbaikan dari
Pemerintahan Desa Kawungluwuk dengan sumber anggaran dari Dana Desa (DD). Hanya
saja pekerjaanya cor beton dengan lebar sekitar 3 meter dengan panjang coran 600 meter.

“Yang tadinya kendaraan mobil bisa lewat dari ke dua arah, sekarang tak bisa karena coran
jalan tersebut sangat curam dan bisa merusak ban mobil. Melihat konsisi ini, kami bersama
warga dan di bantu sama H. Ining (pijat alternatif) akan melakukan perbaikan jalan dengan
swadaya,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Desa Kawungluwuk, Kecamatan Sukaresmi Andi Yusuf
mengungkapkan, adanya aksi warganya yang mendatangi kantor desa, pihaknya sangat
mengapresiasi.

“Saya sangat mendukung dan berterimakasih sekali kepada masyarakat, karena sudah
mengingatkan dan mengontrol apa yang di kerjakan oleh pemerintah desa. Tapi alangkah
baiknya jika dilakukan secara baik-baik, tidak dengan cara seperti itu,” kata Andi Yusuf saat
di temui Cianjur Ekspres secara terpisah.

Andi mengaku, warga hanya mempermasalahkan portal saja, adapun permasalahan jalan
akan di selesaikan dengan melibatkan bantuan salah seorang warga H. Ining. “Saya ucapkan
banyak terimakasih kepada bapak H. Ining karena sudah mau menyelesaikan sisa pekerjaan
ini,” katanya.

Andi mengatakan adapun proyek coran jalan sepanjang 600 meter dengan lebar 3 meter itu
berasal dari anggaran Dana Desa sebesar Rp 382 juta. Menurutnya, untuk pengerjaan
pinggirannya memang belum dilakukan karena nunggu pemeriksaan terlebih dahulu.

Kades yang pernah menjadi penyelenggara pemilu ini mengaku kebingungan dengan
anggaran yang sangat terbatas namun harus melakukan pengecoran jalan dengan lebar 5,5
meter. “Anggaran yang kami miliki sangat terbatas, sehingga tidak akan mencukupi jika
harus melaksanakan dengan lebar 5,5 meter,” pungkasnya. (yis/sri)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.