Korban Lion Air Asal Cianjur Belum Ditemukan

0 228

CIANJUR, cianjurekspres.net – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan PMI Kabupaten Cianjur mengirimkan sejumlah relawan untuk membatu evakuasi serta penanganan pasca peristiwa jatuhnya pesawat lion air di Karawang.

Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Sugeng Supriyatno, mengatakan, pihaknya mengirimkan lima orang penyelam untuk turut membantu melakukan pencarian dan evakuasi korban ataupun hal lainnya di lokasi. Mereka sudah mulai diberangkatkan sejak Senin (29/10).

“Jadi dari relawan dan tim BPBD sudah berangkat, total ada lima orang. Tiga orang berangkat sejak Senin, sementara dua lagi berangkat Selasa (30/10) malam,” ungkapnya kepada wartawan saat ditemui di lingkungan Setda Kabupaten Cianjur, Rabu (30/10).

Menurutnya, mereka akan ditugaskan selama bebrapa hari di sana sesuai dengan kebutuhan. Namun baisanya untuk pencairan korban dilakukan paling alam sepekan.

“Kami lihat saja berapa lama di sana, yang jelas mereka memang penyelam profesional dan sudah diinstruksikan untuk semaksimalmungkin membantu tim di sana,” kata dia.

Terkait kemungkinan ada korban asal Cianjur, Sugeng mengaku belum mendapatkan informasi sebab masih berkoordinasi dengan tim di sana untuk data penumpang. “Kami masih cari tahu, apakah ada yang asal Cianjur atau tidak,” kata dia.

Sementara itu, PMI Kabupaten Cianjur juga mengirimkan relawan ke posko di Tanjung Priuk Jakarta Utara untuk bergabung dengan tim dari daerah lain.

“Ada enam relawan terlatih dan satu unit ambulan ke sana. Diperkirakan sepekan relawan ini bertugas. Ini semua merupakan inisiatif dari PMI Cianjur sebagai bentuk kepedulian,” ungkap Ketua tim Relawan PMI Cianjur, Heri Hidayat.

Di sisi lain, ternyata salah satu korban jatuhnya pesawat Lion Air merupakan warga Cianjur. Muhammad Nasir, 31, yang merupakan suami dari Dian Daniati, 27, menjadi penumpang dari pesawat tersebut.

Iis Solihah, 66, orangtua dari Dian mengatakan, M Nasir merupakan menantunya. Korban baru menikah sekitar tiga tahun lalu dan sudah memiliki satu orang anak berumur 1,5 tahun. Korban sendiri merupakan pegawai swasta yang sering bepergian ke luar daerah dengan pesawat.

“Informasi pertama dari pihak perusahaan, kemudian ke anak saya Dian. Dari Dian, saya diberi tahu bahwa menantu saya menjadi korban dari terjatuhnya pesawat tersebut, jadi tambah shock juga,” kata dia.

Dia mengatakan, keluarga saat ini masih menunggu kabar terbaru, Namun keluarga berharap korban bisa ditemukan dalam keadaan sehat dan selamat. Sementara itu, petugas pelayanan kantor Jasa Raharja Cianjur, Suryadi Kusamah meniyakan jika ada penumpang yang berdomisili di Cianjur atas nama Muhammad Nasir.

“Ini serempak se-Indonesia ditugaskan untuk mendata para keluarga dari penumpang yang sesuai dari moneypas atau data maskapai tersebut,” pungkasnya.(bay/red)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.