Bela Negara Bukan Hanya Wajib Militer

Sikap Maupun Prilaku Harus Sesuai Norma dan Aturan

0 80

CIANJUR, cianjurekspres.net – Meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berbangsa dan bernegara khususnya di kalangan generasi muda. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Cianjur, mengelar sosialisasi pembinaan ideologi negara dan bela negara yang digelar di aula Desa Karyamukti, Campaka, belum lama ini.

Iyus, salah satu narasumber dari Kesbangpol Kabupaten Cianjur, menjelaskan, bahwa bela negara itu bukan hanya wajib militer saja, akan tetapi bela negara adalah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, dalam menjamin kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara seutuhnya.

“Tujuannya kita ingin pembentukan character building bangsa kepada generasi muda, dimana bela negara tidak hanya diwujudkan dengan mengikuti wajib militer saja, namun diapiliasikan dengan sikap atau prilaku,” ujar Iyus saat menyampaikan arahannya.

Iyus mengatakan, dalam prakteknya setiap warga negara tidak boleh berprilaku yang bertentangan dengan ideologi negara yaitu ideologi Pancasila. Seperti diketahui bersama, bahwa saat ini masih banyak anak bangsa yang berprilaku bertentangan dengan ideologi Pancasila yang menghendaki runtuhnya NKRI.

“Karena itu, Kesbangpol Cianjur mengadakan kegiatan pembinaan ini dengan tujuan supaya anak muda lebih memahami tentang pentingnya bela negara dengan lebih memperbaiki sikap dan prilaku,” kata Iyus.

Melalui kegiatan ini diharapkan, akan lahir penyebarluasan kesadaran bela negara yang berasal dari para tokoh masyarakat, mahasiswa, pemuda dan kader bela negara itu sendiri. Disisi lain, para peserta tidak saja menjadi panutan, akan tetapi lebih dari itu juga berperan penting sebagai agen perubahan sekaligus garda terdepan dalam turut menumbuh kembangkan semangat dan kesadaran bela negara kepada  masyarakat dimanapun mereka berada.

“Yang jelas saya juga mengajak pemuda agar turut berpartisipasi dan mendukung serta mensukseskan program pemerintah dalam hal mensukseskan pemilihan umum 2019 sebagai bentuk penggunaan hak partisipasi aktif kebebasan sipil dan hak pilih untuk di pilih dan memilih,” pungkasnya.(zen/yhi)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.