Baraya Eka Sastra Gelar Panen Raya

0 82

 

CIANJUR, cianjurekspres.net – Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Eka Sastra, mengikuti panen raya bersama petani di Desa Sukawangi, Kecamatan Warungkondang, Jumat (26/10). Kegiatan panen raya tersebut, merupakan bagian dari rangkaian kegiatan bina rumah pangan yang digelar Baraya Eka Sastra.

Kegiatan panen raya padi bersama para petani tersebut digelar oleh Baraya Eka Sastra Cianjur. Selain sebagai rumah aspirasi, Baraya Eka Sastra dibentuk sebagai wadah untuk memberdayakan masyarakat untuk menghasilkan suatu hal yang produktif.

“Alhamdulillah kita sangat bersyukur, pagi ini kita bisa panen padi bersama-sama. Ini adalah pencapaian kita bersama selama kurang lebih empat bulan kita berupaya untuk meningkatkan produktivitas sawah petani di Desa Sukawangi ini,” kata Eka Sastra saat membuka panen raya.

Pada program rumah pangan Eka Sastra tersebut, petani mendapatkan pembinaan teknis budidaya yang efektif dan efisien dalam meningkatkan produksi padi. Dimana pembinaan ini sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas serta produktifitas padi.

“Saat ini kita baru bisa membantu dalam inovasi penggunaan benih unggul, teknik budidaya padi, dan input produksi yang efektif. Kedepan, secara bertahap kita akan mencoba input inovasi teknologi, sehingga sistem pertanian khususnya untuk tanaman padi di Cianjur semakin modern dan dapat mempercepat peningkatan kesejahteraan petani,” jelas Eka Sastra.

Sekjen PP AMPG ini mengungkapkan, bahwa panen tersebut merupakan penerapan dari hasil studi beberapa waktu lalu ke negara Taiwan, dan membawa hasil panen yang sangat menggembirakan.

“Di desa ini kami menerapkan hasil studi pertanian saat kunjungan ke Taiwan bersama tujuh kepala desa di Cianjur. Hasilnya luar biasa, dua kali lipat dari capaian rata-rata per hektar,” ungkap Eka.

Eka Sastra mengatakan, pada kegiatan panen raya tersebut, pihak penyuluh pertanian setempat bersama tim pendamping “Rumah Pangan Eka Sastra” melakukan teknik ubinan untuk memprediksi produktifitas padi di lahan tersebut.

“Tadi kita sudah mendapatkan hasil ubinan, potensinya diperoleh mencapai rata-rata 12 ton per hektar. Semoga hasil real tidak jauh meleset dari perhitungan teknik ubinan” pungkasnya.(yis/yhi)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.