Antisipasi DBD, Dinkes Gencar Fogging

Warga Desa Sukasirna Mulai Terjangkit

0 49

 

CIANJUR, cianjurekspres.net – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur melalui Puskesmas Sukaluyu, menggencarkan program pengasapan atau fogging untuk mengantisipasi pertumbuhan nyamuk, terutama aedes aegypti yang menyebabkan Demam Berdarah Dengue (DBD). Pasalnya, di wilayah Sukaluyu sempat terdeteksi ada warga yang terkena DBD.

Kepala Puskesmas Sukaluyu, Nurul Hadie mengatakan, kegiatan fogging ini bekerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, untuk penanggulangan pencegahan terjangkitnya DBD, salah satunya di Kampung Cisirih, Desa Sukasirna, Kecamatan Sukaluyu.

“Sebanyak 15 orang warga mengalami panas tinggi, satu diantaranya didiagnosa DBD tapi sudah bisa pulang. Seorang meninggal namun hasil diagnosa bukan DBD melainkan Pneumonia,” kata Nurul kepada wartawan, Kamis (25/10)

Dia menjelaskan, pencegahan akan terus dilakukan pihak Puskesmas Sukaluyu, agar menekan adanya penyakit DBD terlebih lagi agar tidak ada korban jiwa di wilayahnya. “Kami akan terus melakukan sosialisasi terhadap masyarakat. Karena letak wilayah Sukaluyu masih ada lokasi Endemisme,” ucap Nurul.

Nurul mengungkapkan, terjangkitnya pasien DBD tidak mengacu pada wilayah dan tempat, biasanya nyamuk yang berada di luar bisa menggigit dan terbawa ke lingkungannya.”Fisik yang sedang menurun dapat menjadi cepatnya terserang DBD. Sebetulnya, wilayah utara rawan terjangkit DBD jadi berdampak kewilayah lain seperti Sukaluyu,” ujar Nurul.

Dia menambahkan, Puskesmas Sukaluyu mengatasi adanya warga yang terserang DBD. Pihaknya akan terus mensosialisasikan, terutama dengan pola kunjungan kelapangan dengan sasaran melalui kegiatan musyawarah dengan masyarakat di setiap desa.

Puskesmas bersama Kecamatan, Kades serta masyarakat, merasa perlu untuk mengintensifkan upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit DBD secara bersama-sama. “Kegiatan pencegahan dan penanggulangan penyakit DBD diawali dengan kegiatan advokasi dan sosialisasi DBD tingkat desa,” ungkapnya.

Di sisi lain, Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur bakal menggencarkan upaya lain untuk mencegah DBD, dimulai dengan pola hidup bersih dan sehat.

“Kalau fogging kan hanya di area tertentu dengan sasarn nyamuk dewasa, tetapi dari jentik itu bisa ditangani dengan kebersihan lingkungan. Seperti rajin menguras bak mandi, mengubur barang bekas yang berpoensi jadi kubangan air, dan lainnya. Kesadaran itu yang perlu ditanamkan,” ungkap Sekdis Dinkes Kabupaten Cianjur, Agus Haris, belum lama ini.

Untuk daerah endemis DBD, ungkap dia, sudah dijalankan program dan kesadaran terkait pola hidup bersih dan sehat. Bahkan sudah dibentuk juga kader dari puskesmas untuk menyosialisasikannya. “Sebenarnya Sukaluyu bukan endemis, tapi dengan ada temuan belakangan ini, kami akan coba dalami dan siapkan langkah lebih lanjut ke depannya,” pungkasnya.(bay/yhi)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.