Kerja Keras Dibayar Seadanya

Guru Honorer: Upah Kami Hanya Rp 250 Ribu per Bulan

0 261

CIANJUR, cianjurekspres.net – Para guru honorer di beberapa kecamatan, Kabupaten Cianjur, menggelar aksi mogok mengajar dan istigosah. Mereka menuntut agar pemerintah bisa lebih memperhatikan nasib guru honorer.

Seperti guru honorer di Kecamatan Sukaluyu melakukan istigosah di Kantor PGRI Sukaluyu, kemarin (22/10). Mereka berharap, melalui istigosah dan doa bersama, pemerintah bisa tersadar untuk lebih memperhatikan nasib guru honorer.

Ketua Guru Honorer Kabupaten Cianjur, Magfur, mengatakan, guru honorer di Kecamatan Sukaluyu melakukan aksi mogok mengajar, melanjutkan aksi sebelumnya yang dilakukan oleh 10 kecamatan di Cianjur pada pekan lalu. Namun untuk hari pertama, para guru mengisi aksinya dengan melakukan istigosah.

“Hari ini guru di Kecamatan Sukaluyu mogok. Bertepatan dengan hari santri, makanya kami isi dengan istigosah,” kata dia kepada Cianjur Ekspres, Senin (22/10).

Menurutnya, para guru tersebut bersama-sama mendoakan rekannya yang tengah melakukan aksi longmarch dari Indramayu menuju Istana untuk menyampaikan aspirasi dari seluruh guru kepada Presiden, Joko Widodo.

“Kami berharap pemerintah bisa terbuka hatinya dan lebih memperhatikan para guru honorer yang sampai saat ini belum sejahtera. Padahal kontribusinya sangat besar untuk lingkungan pendidikan,” ucapnya.

Dia mengatakan, aksi mogok para guru akan terus berlangsung di Cianjur hingga pemerintah, baik pusat ataupun daerah memenuhi setiap tuntutan dari para guru. “Apalagi untuk Cianjur yang katanya mau memenuhi tuntutan terkait legalitas, namun belum kunjung direalisasikan. Bahkan kabar sampai mana janji itu diproses pun belum ada,” ungkapnya.

Magfur menambahkan, sejumlah sekolah yang guru honorernya melakukan mogok sedang kesulitan menjalankan kegiatan belajar mengajar. Mengingat, beberapa sekolah hanya memiliki sedikit guru PNS.

Di Kecamatan Sulakuyu sendiri, lanjut dia, ada sekolah yang para siswanya juga melakukan demo agar para gurunya diperhatikan supaya bisa segera kembali ke sekolah dan mengajar.

“Ada salah satu sekolah, siswanya membawa berbagai karton berisi tuntutan kepada pemerintah untuk memperhatikan guru, supaya bisa kembali mengajar. Kami harap pemerintah melihat itu, supaya ada perhatian yang jelas pada guru honorer,” ucapnya.

Di Campakamulya, protes terhadap belum keluarnya penerbitan SK Bupati Cianjur untuk honorer K2, sejumlah guru honorer K2 (kategori dua) melakukan aksi mogok mengajar. Mereka menuntut penerbitan SK bupati Cianjur itu segera direalisasi. Akibat aksi itu, sejumlah sekolah dasar negeri (SDN) kewalahan mengajar siswa.

Ketua Forum Honorer Kategori Dua (FHK2) Kecamatan Campakamulya, Hendar Jatnika menegaskan, aksi tersebut dilakukan karena Pemkab Cianjur tak memperhatikan nasib guru honorer. Salah satunya, untuk penerbitan SK Bupati yang sudah disepakati pada 15 Oktober 2018.

“Belum keterimanya penerbitan SK bupati membuat guru honorer semakin tidak jelas. Guru honor kategori dua sering dijanjikan, tapi tidak ada realisasi. Ya, lebih baik kami tidak mengajar hingga tungtutan kami direalisasi,” kata Hendar kepada Cianjur Ekspres, Senin (22/10).(bay/zen/red)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.