Kisruh Rencana Pemecatan Karyawan RSUD Pagelaran

0 2.710

CIANJUR, cianjurekspres.net – Sekitar 200 karyawan RSUD Pagelaran rencananya bakal di PHK dalam waktu dekat ini. Pemangkasan pegawai berdasarkan temuan hasil audit Internal Inspektorat Daerah (Itda) Kabupaten Cianjur karena kelebihan pegawai.

Namun, rencana pemecatan pegawai tersebut mendapatkan kecaman dari beberapa pihak. Bahkan, diduga beberapa karyawan melakukan perlawanan dengan memasang spanduk di halaman parkir RSUD Pagelaran bertuliskan “PHK karyawan RSUD Pagelaran terjadi!!! Perang akan dimulai. Untuk Dirut dan Antek-anteknya!!! Siapa yang menabur kebencian akan datang badai balasan”.

Ketua LSM Perkara Cianjur, Asep Zakaria, mengatakan, temuan hasil audit internal Itda bahwa RSUD Pagelaran kelebihan pegawai mencapai 200 orang lebih. Karyawan tersebar di beberapa bagian, seperti bidan dan perawat, terutama di bagian staf kantor.

“Artinya jumlah pegawai tidak berbanding lurus dengan jumlah pasien rawat inap/rawat jalan,” kata dia kepada Cianjur Ekspres, kemarin (18/10).

Asep menyayangkan rekrutmen pegawai diduga didominasi oleh banyaknya titipan-titipan. Di antaranya, titipan pejabat di Pemkab Cianjur, dan anggota Dewan. “Yang harus diusut sampai tuntas adalah indikasi adanya mafia atau calo pegawai, yaitu oknum dari internal RSUD Pagelaran itu sendiri,” tegasnya.

Dia menjelaskan, menurut pengakuan beberapa sumber yang berani memberikan keterangan atau pengakuan bahwa mereka (calon pegawai) dimintai uang masuk berkisar antara Rp 5 juta hingga Rp 20 juta tergantung di bagian mana ditempatkan. “Direktur RSUD Pagelaran jangan sok idealis, tetapi harus bertanggung jawab terhadap masalah ini,” ungkapnya.

Tak hanya soal pegawai, lanjut Asep menerangkan, jika penggunaan keuangan tidak sesuai dengan DPA dan tidak bisa dipertanggungjawabkan oleh pihak pengelola, maka Itda harus mengambil tindakan.

“Kalau tentang karyawan, apabila tidak berbanding lurus dengan kebutuhan pelayanan RSUD Pagelaran, maka tetap harus dikurangi. Adapun dampak dari pengurangan itu yang harus bertanggung jawab adalah oknum yg mengeluarkan kebijakan. Ini adalah hasil audensi kami (LSM Perkara, red) dengan Itda,” kata dia.

Sementara itu, Humas RSUD Pagelaran, Yedi, membenarkan adanya rencana pemangkasan karyawan RSUD Pagelaran sekitar 200 orang. Namun, hal itu baru sebatas wacana yang digembor-gemborkan oleh Dirut RSUD Pagelaran, sehingga menimbulkan kegaduhan di kelangan karyawan.

“Rencana perampingan ini terkait adanya kelebihan karyawan di rumah sakit. Tapi kalau menurut saya pribadi, kalau pun ada rencana perampingan karyawan jangan digembor-gemborkan dulu, jadinya begini (kisruh),” tuturnya.

Pada akhirnya, kata dia, ada pemasangan spanduk dengan tulisan bernada perlawanan. Meski sampai saat ini belum diketahui siapa yang memasang spanduk tersebut.

“Oleh karenanya, perlu ada kebijakan baru dari pimpinan tertinggi rumah sakit agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Secara pribadi, kalau mau ada pemangkasan karyawan harus by sistem, sesuai ketenagakerjaan. Intinya, regulasi pemangkasan karyawan harus dipakai,” ungkapnya.

Di sisi lain, kata Yedi, adanya kekisruhan di RSUD Pagelaran ini tidak berdampak pada pelayanan. “Tidak ada gangguan ke pelayanan. Tapi ada dua dokter umum yang resign, tapi kayanya bukan dampak dari permasalahan ini,” bebernya.(red)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.