Pengelolaan Sampah Perlu Kajian Teknis

Pemerintah Kabupaten Usulkan Raperda

0 91

CIANJUR, cianjurekspres.net – Pemerintah Kabupaten Cianjur mengusulkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), tentang Pengelolaan dan Pemanfaatan Sampah. Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk melakukan kajian secara teknis untuk menuntaskan pemasalahan sampah yang kini semakin menggunung.

Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengatakan, seiring dengan adanya pertumbuhan penduduk, sampah domestik yang dihasilkan akan semakin tinggi. Kondisi itu membuat Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) semakin tak bisa menampung lebih banyak sampah untuk jangka panjang.

“Sekarang saja sudah sangat overload, kalau terus seperti ini akan semakin menggunung sampahnya,” kata Herman kepada Cianjur Ekspres usai rapat paripurna penyampaian Raperda usulan eksekutif, belum lama ini.

Menurutnya, regulasi tersebut dibentuk untuk mengupayakan solusi supaya permaslahan sampah bisa selesai. DI antaranya dengan pengelolaan sampah oleh pihak swasta. Nantinya, pengelola bisa dari pihak ketiga atau pemkab Cianjur membentuk badan usaha daerah yang khusus mengelola sampah.

“Teknisnya tergantung nanti, terpenting regulasinya dulu dibentuk. Mau itu melalui swasta pun bisa saja, asalkan sampah dipastikan bersih, mulai dari perkotaan, Cianjur utara, hingga daerah lainnya,” ucap Herman.

Herman mengatakan, pengelolaan oleh swasta tersebut bisa menjadi solusi untuk jangka menengah hingga TPAS Mekarsari rampung dibangun. “Pembangunan TPAS kan butuh waktu, jadi pengelolaan oleh swasta bisa jadi solusi, ketika TPAS Pasirsembung sudah tidak bisa lagi menampung sampah yang semakin banyak. Saya harap bisa ditetapkan Raperda tersebut,” ujar Herman.

Upaya penanganan permasalahan sampah ini, juga dilakukan oleh pemerintah kecamatan maupun desa di wilayah Kabupaten Cianjur. Seperti di wilayah Desa Susukan, Kecamatan Campaka, dimana pemerintah desa turun langsung untuk menangani permasalahan sampah yang terjadi, dengan gencar melakukan sosialisasi serta aksi gotong royong membersihkan sampah dari saluran air.

Beberapa warga yang tinggal berdekatan dengan aliran sungai, memang mengakui masih belum terbiasa membuang sampah pada tempatnya.

“Yang jelas alasannya kalau membuang sampah di saluran air lebih praktis, dan cepat hilang terbawa arus air,” kata Kepala Desa Susukan, A Saepulhuda kepada Cianjur Ekspres.

Saepulhuda mengaku, saat ini pihaknya tengah menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat terkait larangan membuang sampah di saluran air.

“Upaya tersebut sedikit demi sedikit telah dipahami dan disadari oleh masyarakat. Dan alhamdulillah pelan-pelan namun pasti warga mulai mengikuti,” ungkap Saepulhuda.

Sementara itu, Koordinator Kebersihan Rumah Singgah Sampah Kecamatan Cipanas, Dede Ikhsan mengatakan, meski sudah ada aturan tentang sampah sudah diberlakukan namun tetap saja harus diiringi dengan fasilitas atau tempat penampungan sementara dari setiap masing-masing desa, terlebih yang memang wilayahnya ada di jalur protokol atau jalan nasional.

“Memang harus beriringan, saat ini warga memang sudah mulai menyadari untuk membuang sampah tidak sembarangan. Tapi kalau tidak dilengkapi dengan fasilitas atau tempat penampungan sementara ya sama saja pada akhirnya masyarakat pun akan membuang sampah sembarangan,” kata Dede.

Dede mengatakan, tak henti-hentinya pihaknya melakukan sosialisasi kebersihan. Baik itu langsung ke masyarakat dan juga sekolah-sekolah terutama di anak usia dini. Pihaknya selalu memberikan pemahaman agar tidak buang sampah sembarangan.

“Saya sangat berharap sekali, kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Terlebih saat sudah mulai memasuki musim hujan dan dikhawatirkan akan terjadi banjir,” ungkap Dede.(bay/zen/yis)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.