Danramil, Kasi Trantib dan Pejabat BPBD Meninggal Tertimpa Longsor Susulan di Sumedang

Cianjurekspres.net – Bencana longsor susulan yang melanda Dusun Bojongkondang, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang tak hanya menewaskan warga sekitar. Beberapa petugas yang sedang mengevakuasi korban juga menjadi korban akibat tertimpa longsor susulan, Sabtu (9/1) malam sekitar pukul 19.45 WIB.

Dilansir dari sumedangekspres.com (Grup Cianjur Ekspres), petugas yang meninggal diantaranya, Danramil Cimanggung Kapten INF Setiyo Pribadi, Kasi Trantib Suhanda dan Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Sumedang, Dedi S.Sos.

Kasubag Umum Kecamatan Cimanggung, Ahmad Minwari mengatakan setelah pencarian panjang, dan Danramil sempat hilang kontak, akhirnya ditemukan pada pukul 02.00 dini hari. Pencarian sempat dihentikan karena cuaca ekstrim dan kondisi tanah labil.

“Kalau pak Danramil langsung ke rumah duka ke Cimalaka jam 03.00 juga. Pak MP (Suhanda) langsung dikebumikan. Kemudian, Kasi Kedaruratan pak Yedi juga langsung ke rumah duka di BPBD. Jadi, total akibat longsor susulan ada 11 yang meninggal dunia. Kalau sama kejadian pertama, jadi total 22 orang meninggal dunia,” katanya.

Ahmad mengatakan, kemungkinan akan terjadi penambahan korban. Sebab ketika kejadian, sedang ada acara pernikahan dan tempatnya rata dengan tanah. “Tapi mudah mudahan tidak ada korban lain,” katanya.

Sementara itu Kepala Kantor Basarnas Bandung Deden Ridwansyah mengatakan 22 korban tertimbun, tiga di antaranya selamat, 11 dalam keadaan meninggal dunia dan 8 orang dari longsoran pertama masih dalam pencarian.

“Ada pun korban pada longsoran kedua masih dalam pendataan, seluruh korban selanjutnya dibawa ke Puskesmas Sawah Dadap,” ujar Deden dalam keterangan resminya, Minggu (10/1)/2021).

Pada pencarian yang dilakukan Sabtu (9/1), petugas SAR gabungan menemukan 9 orang korban. Tiga orang ditemukan selamat dan enam orang lainnya telah meninggal dunia. Lewat tengah malam (10/1), petugas kembali menemukan lima orang korban yang tertimbun, satu orang selamat dan empat lainnya meninggal dunia.

“Pada Pukul 02.00 WIB, Pencarian di hentikan sementara, karena sikon di lokasi yg kurang memungkinkan, kondisi hujan dan adanya retakan tanah di bagian atas, pencarian akan di lanjutkan pukul 07.00 WIB,” ujar Deden (imn/kga/hyt)