Kontes Kaum LGBT Dikecam

Gay Cianjur Jadi Peserta Miss dan Mister Gaya Dewata di Bali

0 112

CIANJUR, cianjurekspres.net – Pemkab dan MUI Cianjur mengecam adanya penyelenggaraan kontes Miss dan Mister Gaya Dewata 2018. Apalagi dalam acara tersebut salah seorang peserta berasal dari Kota Tatar Santri ini.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penyelenggaraan Grand Final Mister dan Miss Gaya Dewata 2018 akan digelar pada 10 Oktober 2018 ini di Denpasar, Bali. Bahkan kandidatnya mencapai 80 orang dari 40 kabupaten/kota se-Indonesia. Dari Jawa Barat pun ada 14 orang peserta, di antaranya berasal dari Kabupaten Cianjur.

Namun adanya penolakan dari MUI di Bali membuat pelaksanaan grandfinal tersebut dibatalkan. Sayangnya penyelenggara mengeluarkan pengumuman terkait pelaksanaan yang tidak jadi dilakukan, tetapi grand final disebutkan bakal tetap dilaksanakan dengan lokasi dan waktu lain.

Tidak ada informasi lebih lanjut, terkait penyelenggaraan kontes bagi kaum LGBT. Sebab website Yayasan Gaya Dewata kini tidak bisa diakses. Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengecam dan tidak menyetujui adanya penyelenggaraan tersebut, mengingat perilaku seks menyimpangnya pun sudah bertentangan dengan agama.

“Saya mengecam, tidak setuju ada seperti itu. Miris kalau misalnya terselenggara, apalagi informasinya ada yang mengaku asal Cianjur. Itu mencoreng,” kata dia kepada Cianjur Ekspres saat dihubungi melalui telepon seluler, Rabu (10/10).

Herman mengatakan, bakal menelusuri identitas peserta dari Cianjur. Bahkan dia akan memanggil KPA untuk menindaklanjutinya. “Besok (hari ini, red) saya akan panggil KPA supaya mencari tahu siapa peserta tersebut,” kata dia.

Sementara itu, Sekretaris Umum MUI Kabupaten Cianjur, Ahmad Yani, mengaku sangat prihatin apalagi jika memang ada peserta dari Cianjur. Pemerintah harus segera melakukan pelarangan adanya penyelenggaraan kontes tersebut.

“Cianjur kan sudah menjadikan program keagamaan sebagai yang utama, sesuai dengan visinya lebih maju dan agamis, jadi harus. Sementara pemerintah pusat pun perlu untuk bertindak dalam pembatalan pelaksanaannya,” kata dia.

MUI Cianjur, ungkap dia, saat ini sedang merancang strategi untuk pencegahan penyebaran perilaku seks menyimpang di Kabupaten Cianjur. “Belum lama ini Unsir Muspida sudah melakukan rapat koordinasi terkait penanganan penyakit masyarakat, salah satunya terkait LGBT ini. Semoga setelah poin-poinnya dibahas dan dijalankan, LGBT bisa terus ditekan,” pungkasnya.(bay/red)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.