Liga Desa Nusantara Dianggap Gagal

Terjadinya Kericuhan Antar Suporter

0 341

CIANJUR, cianjurekspres.net – Keributan antar suporter di akhir Liga Desa Nusantara yang digelar di Lapangan Panyairan, Desa Campaka, Kecamatan Campaka, belum lama ini, diakibatkan karena kurangnya persiapan pihak panitia dalam menggelar kompetisi sepak bola antar desa.

Kapolsek Campaka AKP Tio, mengatakan, pihaknya mengaku kecewa dan menyayangkan atas kesiapan even Liga Desa Nusantara dari pihak panitia.

“Ya, seharusnya pihak panitia bisa lebih mematangkan, sebab kompetisi ini kan even nasional dengan tujuan untuk mencari bibit pesepak bola terbaik,” kata Tio kepada Cianjur Ekspres, Rabu (10/10).

Satu contoh misalnya, akibat dari kurangnya membangun komunikasi dengan pimpinan wilayah dalam hal ini muspika, segi keamanan di lapangan bisa berkurang karena memang harus menunggu perintah, disisi lain ketika kami mau bergerak kan tidak ada koordinasi yang jelas.

“Jadi ketika kompetisi mau berhasil dan sukses, walau itu penyelengara dari tingkat kabupaten ya seharusnya koordinasi dengan pimpinan wilayah juga tetap harus dibangun. Termasuk menjalin komunikasi yang baik dengan seluruh masyarakat dari berbagai elemen di wilayah tersebut,” ujar Tio.

Keributan yang terjadi dalam kompetisi sepakbola LDN ini menimbulkan keprihatinan dari sang legenda sepak bola Persib Bandung, Zaenal Arief. Sebab, menurutnya adanya insiden itu malah merugikan tim kesayangannya. Zaenal Arief mengaku kecewa dengan peristiwa keributan yang berujung dihentikannya permainan ini. Karena itu, ia meminta agar panitia bisa segera menyelesaikan persoalan itu.

Dikatakan Zaenal, mengapa kalau ada pertandingan sepakbola malah berakhir bentrok bahkan hingga menyebabkan korban. Kalian itu kan sama warga Cianjur jadi, mengapa harus bentrok. “Dialog antar suporter sangat penting. Karena itu, kedua suporter dituntut harus bisa membangun komunikasi yang baik,” kata Zaenal.

Sebelumya, Zaenal Arief pun mengaku bangga sekaligus senang sebab, pada kesempata itu Ia dapat mengadiri undangan panitia untuk hadir diacara final Liga Desa Nusantara di lapangan Panyairan Campaka. Menurutnya, keberadaan lapangan Panyairan luar biasa bahkan sudah masuk standar nasional.

“Yang jelas dengan adanya fasilitas yang sudah lumayan bagus ini, untuk di tahun berikutnya pihak panitia bisa kembali melaksanakan Liga Desa Nusantara, dan dapat kembali dilaksanakan di lapangan yang sama hingga, tujuan untuk mencari cikal bakal pemain bola handal bisa terwujud,” pungkasnya.(zen/yhi)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.