Bimbingan Konseling Cegah Aksi Tawuran

Sistem Pembinaan Harus Terus Ditingkatkan

0 92

 

CIANJUR, cianjurekspres.net – Pemerintah Kabupaten Cianjur berencana meningkatkan pembinaan pelajar di lingkungan sekolah SD, SMP, SMA/SMK sederajat. Ini dilakukan guna menekan terjadinya aksi tawuran. Pembinaan ini dilakukan melalui aktivitas bimbingan konseling dan penyuluhan.

Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengatakan, pertikaian atau aksi tawuran antar pelajar sangat tidak dibenarkan, dimana para generasi bangsa ini seharusnya fokus untuk belajar bukannya melakukan hal yang negatif.

“Apalagi kalau sudah membawa dan menggunakan senjata tajam, tentu itu sudah masuk tindak kriminal,” kata Herman kepada Cianjur Ekspres, belum lama ini.

Menurutnya, pembinaan ke setiap sekolah akan lebih digencarkan oleh semua pihak yang terkait dengan lingkungan pendidikan. Meskipun SMA/SMK sudah ditarik kewenangannya ke pemerintahan provinsi, namun pembinaan akan tetap dilakukan.

“Mereka kan tetap anak-anak kita, bukan berarti sekarang sudah ditarik ke provinsi kewenangannya kemudian daerah jadi lepas tangan. Tetap akan turun untuk melakukan pembinaan, baik melalui bimbingan konseling maupun penyuluhan,” ujar Herman.

Apalagi, tambah Herman, pada tahun lalu sebanyak 30 SMA/SMK mel‎akukan penandatanganan kesepakatan bersama Cianjur anti tawuran. Pelajar yang didapati tawuran pun dipastikan akan dikeluarkan dari sekolahnya.

Menurutnya, siswa yang terlibat tawuran akan dikenai sanksi dikeluarkan dari sekolah dan tidak diterima di sekolah manapun di Cianjur. Hal itu diberikan agar sanksi tegas bisa dikenakan dan memberi efek jera bagi siswa yang melakukan tawuran.

“Lebih baik mengeluarkan satu orang daripada lebih banyak korban lagi. Nantinya siswa yang dikeluarkan silakan saja mencari sekolah di luar kota. Tidak hanya yang menjadi pelaku kekerasanya saat tawuran, tapi yang ikutan juga sama-sama diberi sanksi serupa,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Seorang pelajar diamankan ke Polsek Cianjur lantaran kedapatan membawa senjata tajam di dalam tasnya. KAZ, 17, siswa kelas III di SMK PGRI 3 (Otomotif) Cianjur itu diduga bersama dengan puluhan temannya hendak melakukan tawuran dengan siswa dari sekolah lain di Jalan Prof Moh Yamin.(bay/yhi)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.