Revitalisasi Perkebunan dan Dilema Penjarahan Lahan (5)

PT MPM Ajak Petani Tanam Bawang Putih

0 98

 

CIANJUR, cianjurekspres.net – Managemen PT Maskapai Perkebunan Molelia (MPM) yang beralamat di Kampung Ciseureuh RT 05/RW 06 Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, akan kembali menanam bibit teh di lahan HGU seluas 1.028 hektar tersebut.

Selain akan ditanami pohon teh kembali, managemen PT MPM pun mengajak warga sekitar Desa Batulawang (petani) untuk bergabung mengelola sebagian lahan untuk ditanami bawang putih.

Administratif PT MPM, Susilo, mengatakan, pihaknya mengajak semua warga khususnya para petani di Desa Batulawang untuk ikut bergabung menanam bawang putih.

“Bawang putih ini merupakan program pemerintah, maka kami juga ikut berpartisifasi mendorong program pemerintah, dalam hal ini penanaman bawah putih. Bagi masyarakat sekitar yang ingin bergabung dipersilahkan untuk datang ke kantor MPM,” ucap Susilo kepada Cianjur Ekspres, belum lama ini.

Susilo mengatakan, saat ini pihaknya baru menyiapkan 5 hektar lahan garapan di Blok Keramat untuk ditanami bawang putih. Namun, nantinya apabila para petani ingin bergabung pihaknya akan kembali menambah luasan lahan yang akan ditanami bawang putih tersebut.

Menurutnya, pihak MPM pun tidak hanya fokus ke teh saja. Selain bawang putih, ada juga Stefia (obat diabetes) dan holtikultura. “Selain bawang putih, saat ini kami juga sudah menanam bibit jenis Stefia,” katanya.

Menurutnya, saat ini sudah ada lebih dari 40 orang petani yang ikut bergabung. Ada yang sudah melakukan penanaman dan ada juga yang baru buka lahan untuk dibersihkan yang nantinya akan dintanami bawang putih,

Susilo mengatakan, bagi mereka (petani) yang siap bergabung di PT MPM untuk bercocok tanam akan diberikan upah per hari Rp 50 ribu. Dan apabila ikut bergabung dengan membersihkan lahan per patok (400 meter persegi) atau yang disebut pematangan lahan akan dibayar Rp 400 ribu per patoknya.

“Saya juga memahami apa yang diinginkan oleh para petani di sini. Dengan begitu kami juga ingin menyejahterakan petani dengan tidak menghilangkan sosial ekonomi bagi masyarakat khususnya petani,” terang Susilo.

Ujang, 27, salah satu petani yang menggarap di lahan HGU milik PT MPM Blok Keramat, menjelaskan, jika dirinya menggarap lahan seluas 3 patok (1.200 meter persegi) yang nantinya akan ditanami bawang putih.

Ujang mengaku, di bayar Rp 400 ribu per patoknya dari PT MPM, karena sudah mematangkan lahan dari yang sebelumnya gamrung. “Sesuai dengan surat edaran, saya dibayar Rp 400 ribu per patoknya. Dan saya punya 3 patok yang nantinya akan ditanami bawang putih,” tandasnya.(mg2/red)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.