Bawa Sajam, Pelajar SMK Diamankan Polisi

0 96

 

CIANJUR, cianjurekspres.net – Seorang pelajar diamankan ke Polsek Cianjur, setelah kedapatan membawa senjata tajam (sajam) di dalam tasnya, Kamis (4/8). KAZ, 17, siswa kelas III di SMK PGRI 3 (Otomotif) Cianjur, diduga bersama dengan puluhan temannya hendak melakukan tawuran dengan siswa dari sekolah lain di Jalan Prof Moh Yamin.

Kapolsek Cianjur, Kompol Iskandar, mengatakan, petugas mengamankan siswa tersebut ke Mapolsek Cianjur, setelah dilakukan pemeriksaan, di tasnya ditemukan senjata tajam berupa celurit dengan ukuran lebih besar dibandingkan biasanya.

Petugas yang saat itu sedang berpatroli mendapat laporan warga, terkait akan adanya aksi tawuran. Petugas langsung menuju ke lokasi dan berhasil menangkap KAZ yang berusaha melarikan diri dari kejaran petugas. “Kami temukan senjata tajam itu di dalam tasnya. Sehingga kami lakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap pelajar ini,” kata Iskandar.

Dia mengatakan perlu pendalaman terkait ancaman hukuman terhadap pelajar yang membawa senjata tajam tersebut. Namun, adanya sajam bisa dikenakan undang-undang darurat.

“Tapi kami lihat dulu dari umur di kartu pelajarnya, sebab KTP belum punya. Kalau di bawah umur nanti ada pertimbangan lainnya. Yang jelas diperiksa ini untuk mengantisipasi hal negatif dengan dibawanya celurit di dalam tasnya,” Ujar Iskandar.

Iskandar menambahkan, pihaknya akan memanggil orangtua dan perwakilan dari sekolah agar ke depannya bisa dibina supaya tidak melakukan hal serupa, apalagi tindakan ini dapat membahayakan orang lain.

Ditanya terkait kasus tawuran pelajar, dia mengungkapkan baru terjadi lagi setelah berbulan-bulan tak ada laporan ataupun temuan kasus tersebut. “Diharapkan ini juga jadi yang terakhir, tidak ada lagi konflik atau tawuran antar pelajar,” tambah Iskandar.

Sementara itu, Urusan Kesiswaan SMK PGRI 3 Cianjur, Lala Maulana, mengaku, pihaknya sudah mendapatkan informasi jika pada Kamis siang sekitar pukul 11.00 Wib, salah seorang siswanya diamankan polisi lantaran terlibat pertikaian serta membawa senjata tajam.

Namun dia menjelaskan, jika siswanya tersebut sudah berada di luar lingkungan sekolah sejak sekitar pukul 10.00 Wib lantaran di pekan ini dilaksanakan ujian tengah semester, sehingga siswa pulang lebih awal. “Sudah dapat info, kenapa bisa masih pagi sudah di luar, karena sedang ujian. Kami juga sayangkan ketika pulang ternyata muncul kejadian seperti ini,” kata Lala.

Bahkan, Lala menyebutkan, sekolah tidak akan memberikan toleransi terhadap pelajar yang terbukti melakukan perilaku menyimpang seperti itu. Dikembalikan pada orangtua pun menjadi sanksi terberat yang mungkin diberikan pada pelajar yang tawuran.

“Kami tidak main-main kalau memang ada yang terbukti. langsung dikembalikan pada orangtua. Tapi tadi kami sudah komunikasi dengan orangtua untuk melihat pelajar tersebut ke Mapolsek. Terkait sanksi, dilihat dari kebijakan sekolah. Tapi kami harap tidak ada lagi, dan pembinaan akan ditingkatkan,” pungkasnya. (bay/yhi)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.