Prioritas Pembangunan Jabar Lebih Proaktif

Cianjurekspres.net – Dalam penanganan Covid-19, Pemerintah Provinsi Jabar menerapkan lima prinsip, yaitu proaktif, transparan, ilmiah, inovatif, dan kolaboratif dengan konsep Pentahelix (ABCGM).

Adapun benteng pertahanan dalam melawan Covid-19 dengan cara preventif, termasuk penerapan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak), melaksanakan 3T (tracing, testing, treatment), dan peningkatan fasilitas kesehatan.

Melalui hal tersebut prioritas Pembangunan Daerah Jabar 2018-2023 menjadi 1+9 prioritas. Tambahan satu prioritas yaitu penanganan, rehabilitasi, dan rekonstruksi dampak pandemi Covid-19. Sembilan prioritas, yaitu:

  1. Akses pendidikan untuk semua
  2. Desentralisasi pelayanan kesehatan
  3. Pertumbuhan ekonomi umat berbasis inovasi
  4. Pengembangan destinasi dan infrastruktur pariwisata
  5. Pendidikan agama dan tempat ibadah juara
  6. Pengembangan infrastruktur konektivitas wilayah dan pengelolaan lingkungan hidup
  7. Gerakan Membangun Desa (Gerbang Desa)
  8. Subsidi gratis Golongan Ekonomi Lemah (Golekmah)
  9. Inovasi pelayanan publik dan penataan daerah.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menjelaskan, pendanaan alternatif juga ditempuh untuk mendukung percepatan pembangunan Jabar, antara lain pengembangan kerja sama pemerintah dan swasta melalui skema KPBU serta memanfaatkan pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Daerah.

Dalam kesempatan ini, Emil juga menyampaikan empat arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo terkait peningkatan kinerja dalam penanganan Covid-19 dan PEN untuk melakukan hal-hal sebagai berikut:

  1. Melihat data dan angka pergerakan kasus Covid-19 di wilayah masing-masing, menjaga  pengendalian, dan manajemen Covid-19 pada posisi terkendali.
  2. Pengendalian Covid-19 tetap menjadi fokus dan konsentrasi, karena memang diperlukan untuk memperkuat ketahanan hingga seluruh rakyat Indonesia mendapatkan vaksin.
  3. Sebelum vaksinasi dilakukan secara masif, besar-besaran dan efektif, para gubernur agar memainkan gas dan rem yang seimbang dengan takaran-takaran sesuai dengan data-data yang dimiliki, berkaitan dengan protokol kesehatan harus diulang-ulang dan disampaikan secara terus menerus.
  4. Terkait pemulihan ekonomi, lakukan percepatan belanja APBD provinsi, dan perintahkan bupati, walikota menyegerakan belanja barang, belanja modal dan belanja bansos, sehingga bisa meningkatkan konsumsi masyarakat dan memulihkan ekonomi di daerah.

Untuk itu, Emil (sapaan Ridwan Kamil) menyambut baik Musrenbang Perubahan RPJMD Jabar 2018-2023. Menurutnya, forum ini sebagai bagian dari upaya semua elemen masyarakat untuk ikut terlibat aktif daklam mewujudkan masa depan Jabar berdasarkan kesepakatan dan kolaborasi melalui kerja sama Pentahelix atau ABCGM (Academic, Business, Community, Government, Media).

“Kita semua bersepakat harus beradaptasi terhadap kebiasaan baru, termasuk beradaptasi dalam merencanakan masa depan kita. Dunia sudah berubah, ekonomi sudah berubah, situasi lahir-batin berubah, maka semua dari kita yang pola pikirnya masih pola pikir lama yang menggunakan ukuran sebelum Covid-19, menurut saya menjadi tidak relevan,” tutup Emil.(rls/**)