ASN Wajib Gunakan Batik Cianjuran

0 92

 

CIANJUR, cianjurekspres.net – Pemerintah Kabupaten Cianjur akan membuat regulasi, terkait Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemkab untuk wajib memakai batik khas Cianjuran, sebagai bentuk dukungan terhadap UMKM perajin batik lokal.

Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengatakan di Cianjur, telah berkembang batik khas Cianjuran dengan berbagai motif yang dimiliki perajin. Bahkan kelompok usaha batik tersebut tersebar di sejumlah wilayah dengan motif dan perpaduan warna khas Cianjur yang sudah sejak lama membangun usaha bersama warga di lingkungan sekitar.

“Untuk meningkatkan pariwisata batik di Cianjur, kami akan membuat regulasi bagi ASN wajib mengenakan pakaian batik khas Cianjuran yang dibuat perajin Cianjur,” katanya kepada wartawan, Selasa (2/10).

Bahkan, pihaknya mendorong pelaku UMKM batik di wilayah tersebut, untuk terus mengambangkan kreativitas dengan berinofasi agar wisata batik Cianjur menjadi tujuan wisatawan untuk datang.

Pasalnya ungkap dia, selama ini sudah mulai banyak wisatawan yang datang ke Cianjur untuk mendapatkan batik khas Cianjuran. Bahkan pihaknya akan meminta dinas terkait untuk segera berkordinasi dengan pelaku usaha batik.

“Kita juga akan mengarahkan perajin UMKM untuk membuat batik ekslusif baik cap atau tulis sebagai cindera mata bagi kalangan atas, Sehingga kedepan wisata batik Cianjur dapat dikenal berbagai kalangan,” kata Herman.

Sementara, Gina Rohmawati perajin batik Cianjuran dengan nama usaha Batik Cipandawa, mengatakan, selama ini perajin batik di Cianjur kurang mendapat perhatian dari pemerintah termasuk promosi dan pemasaran.

Sehingga terkesan dari belasan perajin batik khas Cianjur, “hidup segan mati pun tidak”. Hanya beberapa perajin yang masih bertahan dengan mengandalkan koneksi ke berbagai instansi pemerintah dan swasta.

“Selama ini mereka yang memiliki koneksi keberbagai lembaga di Cianjur, masih bisa bertahan. Namun sebagian besar tidak lagi berproduksi karena tidak memiliki pasara yang jelas,” ujar Gina.

Ia menambahkan, sejak lima tahun terakhir pelaku usaha batik di Cianjur hanya mengandalkan pesanan dari dinas dan instansi pemerintah, yang hanya satu tahun sekali dan beberapa pesanan secara online.

“Upaya pemasaran dilakukan secara langsung atau online. Setiap tahun kami memiliki beberapa pesanan tetap dari dinas dan BUMD. Harapan kami pemerintah daerah dapat membantu promosi dan pemasaran batik khas Cianjuran,” pungkasnya.(bay/yhi)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.