HIPAPN Gelar Latihan Ayam Pelung

0 176

CIANJUR, cianjurekspres.net – Himpunan Peternak dan Penggemar Ayam Pelung Nusantara (HIPAPN) Kabupaten Cianjur, Minggu (30/9), menggelar latihan bersama di kawasan Jalan Raya Cipanas, Kecamatan Cugenang. Selain untuk melestarikan budaya ayam pelung dan mengenalkan kepada generasi muda, latihan ini dilakukan sebagai persiapan menjelang kontes.

Latihan bersama ini diikuti oleh 300 penggemar ayam pelung dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat. Dari latihan bersama ini tercipta rekor baru ayam pelung dari wilayah Cianjur Selatan yakni Kecamatan Pagelaran yang memecahkan nilai tertinggi.

Ketua DPD HIPAPN Kabupaten Cianjur, Jajang Sopandi mengatakan, digelarnya latihan bersama dengan doorprize sebuah sepeda motor ini dilakukan, agar gebyar ayam pelung bisa dikenal oleh semua warga Cianjur.

“Meski sudah mendunia ternyata tak semua warga Cianjur tahu ayam pelung, maka kami buat sekretariat baru di pinggir jalan ini, agar gebyar ayam pelung semakin greget,” kata Jajang, Minggu (30/9).

Sementara itu, Ketua Umum Himpunan Peternak dan Penggemar Ayam Pelung Nusantara (HIPAPN) Iwan Rio mengatakan, bahwa saat ini HIPAPN sudah ada perwakilan di semua kabupaten/kota di Jawa Barat. “Kami juga sudah ada perwakilan di 15 provinsi di Indonesia, ke depan harapan saya ayam pelung semakin dikenal dunia,” kata Iwan.

Dikatakan Iwan, dilaksanakannya latihan bersama untuk menjaring dan memotivasi petani dan peternak ayam pelung unggulan di Cianjur. Latihan bersama tak hanya diikuti penggemar dari Cianjur akan tetapi dari Sukabumi, Bogor, Cimahi, dan Bandung.

Iwan mengatakan, saat ini pihaknya sedang mendorong usaha bersama peternakan ayam pelung dengan merekrut para remaja putus sekolah di setiap kecamatan. Menurutnya nilai budaya dan nilai ekonomis yang harus dipertahankan bisa memberikan kegiatan bagi para remaja tersebut.

“Ayam termahal saat ini Rp 70 juta, itu ada di peternak dari Kecamatan Pagelaran, Cianjur, ini membuktikan bahwa pemeliharaan tak hanya ramai di wilayah kota saja,” kata Iwan.

Iwan mengatakan ada beberapa kriteria yang menjadi penilaian dalam kontes ayam pelung yang rutin digelar ini. Ada tiga kategori penting dalam penilaian, yakni suara, bobot, dan penampilan. “Dari suara kami menilai ayam pelung tersebut harus mengeluarkan tiga buah jenis suara dalam satu lengkingan yakni suara angkatan, suara tengah, dan suara ujung,” ujar Iwan.

Diungkapkan Iwan ada beberapa kontes yang berjenjang yang biasa diikuti oleh penggemar ayam pelung. Dari mulai latihan bersama setingkat kabupaten, kontes besar, dan kontes nasional. Kontes besar dan nasional pesertanya bisa dari selurih Indonesia.

“Puncak dari kontes nasional ayam pelung ialah Mama Djarkasih Cup yang biasanya digelar bulan Desember. Kontes besar lainnya akan diselenggarakan dalam waktu dekat adalah di Taman Mini Indonesia Indah,” pungkasnya.(mg2/yhi)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.