Cianjur Masuk Zona Oranye, Ini Penjelasan Jubir Satgas Covid-19

Cianjurekspres.net – Setelah sebelumnya bertahan di zona kuning Covid-19, Kabupaten Cianjur kini dinyatakan masuk dalam zona oranye. Peningkatan status tersebut tidak terlepas akibat seiring dengan naiknya kasus Covid-19 di wilayah Cianjur.

Juru Bicara Pusat Informasi Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal mengatakan, informasi soal Cianjur jatuh ke zona oranye di terima pada Senin (26/10). Hal ini pun membuat Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur mulai meningkatkan pencegahan.

“Sebetulnya saat berada di zona kuning itu tipis nilainya dan sekarang jatuh ke oranye. Semoga ini bisa cepat tertangani, mungkin minggu depan bisa kuning lagi,” kata dia kepada wartawan, Selasa (27/10).

Baca Juga: Cegah Penularan Covid-19, Kodim dan NPCI Cianjur Bagikan Ribuan Masker

Ia menyebut, dalam penanganan, Cianjur kurang dalam pemeriksaan atau testing. Dari target 1.000 tes dalam sehari, hanya bisa memenuhi 500 tes. “Kita akan memenuhi target tes kedepannya,” kata dia.

Namun, pihaknya masih ingin melakukan klarifikasi sebab faktor penanganan lain masih terbilang baik. Seperti ketersediaan tempat tidur di rumah sakit dan pusat isolasi yang sudah terpenuhi.

“Pelacakan juga bagus, tidak ada klaster. Tapi kenapa masuk ke zona resiko oranye? Kita mau klarifikasi juga ini,” jelas dia.

Namun, ada satu hal yang tak bisa diubah oleh tim satgas, yaitu peningkatan kasus Covid-19 di Cianjur. Dalam hal ini, pihaknya akan menggelar tes yang lebih masif lagi.

“Tapi kalau tes kita masif akan menemukan lebih banyak kasus lagi. Seperti dua mata koin. Tapi, mau gak mau harus dicari karena targetnya seperti itu,” ujar dia.

Selain itu, Yusman menyebut, pihaknya sedang mencari pusatisolasi tambahan di luar Bumi Ciherang. Saat ini tempat tidur isolasi yang dimiliki Cianjur ada 67 tempat tidur.

“Dan kita mencari lagi di luar Bumi Ciherang. Rencana lagi ditinjau itu di daerah Ciloto,” pungkasnya. (job3/sri)