Selidiki Beras Bercampur Biji Plastik, Kejaksaan Cianjur Turun Gunung

Cianjurekspres.net – Tim Kejaksaan Negeri Cianjur turun ke lokasi Kampung Margaluyu, Desa Sukaratu, Kecamatan Bo­jongpicung, Selasa (22/9). Kehadiran aparat penegak hukum tersebut untuk memastikan kabar mengenai adanya butiran plastik dalam bantuan sosial beras untuk warga miskin.

Kasi Intel Kejari Cianjur, Rohmadi, mengatakan kedatangan ia bersama dengan Kasi Datun Ariansyah, untuk mengklarifikasi adanya kabar mengenai beras berisi butiran plastik.

“Kedatangan kami untuk mencari informasi mengenai kebe­naran adanya butiran plastik dalam beras bantuan sosial,” ujar Rohmadi.

Ia mengatakan, mendapat beberapa informasi dan data dari lapangan langsung untuk dilaporkan kepada pimpinannya.

Baca Juga: Kejari Cianjur Bagikan 500 Paket Sembako ke Warga dan Panti Asuhan

“Hasil dari lapangan ini sebagai bahan untuk kami laporkan kepada atasan kami,” kata Rohmadi.

Tim dari Kejaksaan Negeri Cianjur didampingi tim dari ke­camatan dan tim kesehatan yang akan memeriksa kesehatan warga.

Selain kejaksaan, unit dari Polres juga telah menggali data dari lapangan perihal viralnya kabar butiran plastik dalam beras ini.

Malam sebelumnya, dua orang utusan dari Kemente­rian Sosial juga telah menda­tangi Kampung Margaluyu untuk menggali data.

Kedatangan dua orang utu­san dari Kementerian Sosial mendatangi warga dan e-Warong untuk mendapatkan informasi langsung.

Periksa Kesehatan

Untuk memastikan kes­ehatan warga, petugas me­dis Puskesmas Bojongpi­cung kembali memeriksa warga yang terlanjur sudah mengonsumsi beras berisi butiran biji plastik. Hasilnya semua warga dinyatakan dalam kondisi sehat sete­lah mengalami serangkaian pemeriksaan.

dr Rukun Sutrisno dari Puskesmas Bojongpicung mengatakan, warga yang diperiksa sementara ini tak ada keluhan yang berkaitan dengan kesehatan.

“Sementara ini kami mel­akukan pemeriksaan terhadap warga yang sudah mengon­sumsi beras berisi butiran plastik, hasil pemeriksaan se­mua sehat, semoga tak terjadi dampak yang lain,” ujar Rukun.

Ia mengatakan, butiran plastik jika dalam kadar tol­eransi yang kecil dan tidak teradopsi oleh usus tak ada dampak dan bisa keluar mel­alui feses.

Namun, kata Rukun, untuk meneliti biji plastik yang terdapat dalam beras bukan menjadi kewenangannya.

“Tapi sekilas biji itu saya li­hat plastik, jika tak teradopsi maka bisa terbuang,” kata Rukun.

Seorang warga yang telah dua kali mengonsumsi beras berisi biji plastik, Neni Mary­ana (34) warga Kebon Ceng­keh RT 04/01, Desa Sukaratu, Kecamatan Bojongpicung, mengaku tak merasakan apapun di tubuhnya.

“Saya sudah dua kali masak dan dua kali makan sebelum kabar ini viral,” ujar Neni.

Neni mengatakan, tak han­ya dirinya yang makan beras tersebut, tiga orang anak dan suaminya juga makan beras tersebut.

Neni baru memeriksa be­rasnya setelah viral dan ada kabar dari tetangga.

“Setelah viral baru saya periksa beras tersebut, terny­ata dalam beras saya juga ada biji plastiknya,” kata Neni.

Neni mengatakan, ia pun langsung mendatangi pihak RT untuk mengabarkan soal biji plastik dalam beras tersebut.

Neni mengatakan, ia tak sempat melihat biji plastik tersebut saat membersih­kan beras. Saat ditanya apa­kah ada yang mengambang saat dibersihkan dengan air, Neni menjawab tak ada yang mengambang.(yis/sri)