Puluhan Purna Pekerja Migran di Cianjur Dilatih Wirausaha

Cianjurekspres.netDi­nas Tenaga Kerja dan Trans­migrasi (Disnakertrans) Ka­bupaten Cianjur gelar pem­bekalan pengembangan usaha/kerja pola Tenaga Kerja Mandiri (TKM) ke­pada 20 peserta di Desa Sukanagalih, Kecamatan Cikalongkulun, Kabupaten Cianjur, Selasa (22/9).

Kepala Bidang Penem­patan Kerja Disnakertrans Kabupaten Cianjur, Ricky Ardhi Hikmat mengata­kan, kegiatan pembeka­lan pengembangan usaha tersebut adalah kegiatan rutin.

“Jadi memang itu adalah kegiatan rutin yang sempat tertunda karena adanya pandemi. Jadi sekarang kan sudah masuk new normal, kami kembali mengadakan setelah mendapat izin dari gugus tugas dipersilahkan dengan catatan menggu­nakan protokol kesehatan,” kata dia kepada Cianjur Ekspres, melalui sambungan telepon, Selasa (22/9).

Baca Juga: Segera Meluncur, Ngojeg Cianjur

Ia menjelaskan, para pe­serta yang mengikuti keg­iatan tersebut diwajibkan memakai masker, dan po­sisi duduknya pun jaga jarak. Ia juga menuturkan, konsep adaanya kegiatan tersebut sebagai amanat Undang-undang nomor 18 tahu 2017.

“Jadi salah satu fungsi Pemerintah Daerah memberikan edukasi kewirau­sahaan bagi purna Pekerja Migran Indonesia (PMI). Berikut juga ada para pelaku usaha yang ada di desa itu sendiri,” tuturnya.

Ia berharap, melalui edukasi kewirausahaan tersebut hasilnya dari PMI nantinya tidak digunakan ke hal yang sifatnya kon­sumtif, tapi harus lebih ke produktif.

“Jadi kami kasih pembi­naan sehingga harapannya bisa mempunyai usaha-usaha dari masyarakat yang memang sudah sebelumn­ya menjadi pelaku usaha. Harapannya supaya mereka (PMI) tidak berangkat lagi ke luar negeri,” harapnya.

Ia juga menjelaskan, pem­bekalan pengembangan usaha tersebut rencananya per tahun ada lima desa. Karena adanya pandemi serta ada pengurangan da­nanya untuk penanganan Covid-19, hanya diseleng­garakan di dua desa dari yang ditargetkan.

“Rencananya sekarang di sini (Desa Sukanagalih) dan minggu depannya di Desa Mangunkerta. Setelah diberikan pembinaan, kita kan anggarannya hanya untuk edukasi pembekalan kewirausahannya saja, edu­kasi pembekalan, setelah di bentuk kelompoknya nanti bisa diberdayaan dibantu dari ADD (Anggaran Dana Desa) ataupun kita nanti memberikan bantuan sa­rana usaha melalui pemrin­tah pusat,” katanya.

Biasanya, ia melanjutkan, suka ada bagi kelompok-kelompok yang sudah di­bina oleh Disnaker. Salah satu contoh seperti yang di Desa Karangnunggal Kecamatan Cibeber yang banyak mantan Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

“Jadi mereka membentuk kelompok usaha mantan-mantan TKI berdasarkan usahanya dengan bahan bahan potensi sumber daya alam lokal, misal banyak pohon pisang mereka bikin kripik pisang. Kemarin kami berikan bantuan sara­na usahanya, alhamdulillah sampai sekarang berjalan,” pungkasnya.(job3/sri)