Pemohon Kartu Pencari Kerja Membludak, Disnakertrans Cianjur Kewalahan

Cianjurekspres.net – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur dibuat kewalahan atas membludaknya pemohon kartu pencari kerja AK-1.

Kepala Bidang Penempatan Kerja Disnakertrans Kabupaten Cianjur, Ricky Ardhi Hikmat mengatakan, adanya lowongan kerja di PT. Pou Yuen Indonesia, pembuat AK-1 atau kartu kuning ke Disnakertrans mengalami lonjakan yang signifikan.

“Iya benar, antrean hari Senin (14/9) sudah terbagikan di Jumat (11/9) pagi, dikarenakan pada hari Jumat pemohon yang ingin membuat AK-1 sangat banyak mencapai 1000 orang,” kata dia kepada Cianjur Ekspres, kemarin (15/9).

Baca Juga: Disnakertrans Cianjur: Daftar Kartu Prakerja Bisa Online, Ini Link dan Syaratnya

Untuk mengurai agar tidak terjadi kerumunan, maka pada Jumat (11/9), sebanyak 500 orang yang datang pada hari Jumat diberikan antrean untuk pelayanan di hari Senin.

“Kalau tidak pakai skema pembagian antrean mungkn sampai pagi akan penuh pengumpulan masa. Jadi dikasih nomor antrean biar pada pulang lagi. Diantrean sudah tertera nomor dan jadwal jam kedatangannya,” katanya.

Ia menyebut, dalam satu hari Disnakertrans bisa melayani sebanyak 500 orang yang membuat kartu kuning secara offline, dan 150 via online.

“Banyak yang mau buat karena ada lowongan di PT Pou Yuen. Mungkin bukan cuma di Disnaker saja, efek adanya loker itu Polres juga ramai,” katanya.

Ia mengatakan, untuk Selasa (15/9) tidak terlalu banyak. Untuk antrean habis 500.

“Kalau antrean masih habis 500, tapi saya belum tahu untuk hari ini (kemarin, red) belum tahu yang datang membuat berapa orang. Tapi ya gitu, tetap saja pada ingin datang pagi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, untuk mempercepat proses pelayanan, pihaknya juga membuka input mandiri.

“Jadi bagi yang berkasnya belum dipanggil untuk masuk, mereka biar tidak terlalu lama di lokasi, bisa ikut program input mandiri. Jadi mereka bantu input identitas jati diri via android, nanti kami tinggal print saja. Jadi setidaknya pengumpulan massa tidak terlalu lama,” pungkasnya. (job3/sri)