Kontestan Pilkada Dinilai Kurang Minati Isu Lingkungan

Cianjurekspres.net – Isu lingkungan hidup dinilai pemerhati lingkungan di Kabupaten Cianjur kurang begitu diminati para bakal calon bupati maupun wakil bupati yang akan berkontestasi pada Pilkada 2020. Buktinya, sampai saat ini belum ada program nyata yang ditawarkan para kontestan terhadap isu-isu lingkungan.

“Kalaupun ada, porsinya juga sedikit. Saya melihat programnya masih mengambang atau abu-abu. Tidak tegas dan tidak fokus ke bidang lingkungan hidup,” kata pegiat sekaligus pemerhati lingkungan, Eko Wiwid, Rabu (9/9).

Paling sederhana, kata Eko, setiap menjelang Pilkada ataupun Pemilu, pepohonan selalu jadi sasaran ajang kampanye pemasangan atribut para calon. Kemudian menyangkut masalah sampah yang menjadi pekerjaan rumah untuk mengatasinya.

“Soal sampah di Cianjur tidak kunjung usai dan kualitas lingkungan lainnya. Sekarang Cianjur punya catatan sejarah banjir, kekeringan persawahan, dan banyak hal lainnya,” ucapnya.

Baca Juga: Eko Wiwid Ingatkan Pemkab Cianjur Kembali ke Konsep Lemah Cai

Selain soal ancaman kerusakan lingkungan di Cianjur, Eko mengungkapkan agenda mendesak bagi para pemimpin berikutnya di Cianjur adalah mitigasi dan penanggulangan potensi bencana.

“Dengan adanya sistem pemilihan secara langsung sampai tingkat daerah, tentu akan menghadirkan pemikiran yang mempunyai harapan bersama agar warga negara mendapatkan peningkatan kualitas hidup termasuk kualitas lingkungan hidup yang baik,” tegasnya.

Eko belum melihat ada para pemimpin daerah ataupun para calon pemimpin daerah yang sudah memberikan kualitas hidup rakyat yang lebih baik termasuk kualitas lingkungan hidup.(hyt)