Terkendala Sinyal Siswa Mulai Belajar Tatap Muka

 

Cianjurekspres.net – Terkendala dengan sarana dan prasarana untuk melaksanakan kegiatan belajar secara online, SMK Al-Barokah laksanakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di kelas dengan mematuhi protokol kesehatan.

Kepala SMK Al-Barokah, M Apep Mubarok atau yang kerap disapa Abi Apep menuturkan, pelaksanaan belajar secara tatap muka terpaksa dilaksanakan karena terkendala oleh sinyal internet, dan siswa yang mempunyai smarphone hanya 50 persen.

“Sekarang pelaksanaan kegiatan belajar per satu hari satu kelas. Nanti mulai 18 Agustus mulai diperbokehkan (belajar normal), tetapi tetap dengan menggunakan protokol kesehatan,” kata dia kepada Cianjur Ekspres, saat duhubungi melalui telepon seluler, Rabu (12/8/2020).

Ia menjelaskan, teknis pembelajaran yang saat ini dilakukan yakni siswa belajar satu meja satu siswa. Ia mengungkapkan, pelaksanaan belajar seperti itu sudah dilakukan dari 13 Juli hingga15 Agustus mendatang.

“Jadi, misal kelas 10 pelaksanaan belajar di kelasnya Senin dan Kamis, kelas 11 Selasa dan Jumat, kelas 12 Rabu dan Sabtu. Jadi satu kelas satu hari, kalau kelas 1 ada dua kelas berarti dua kelas yang masuk, kelas 2-nya besok,” jelasnya.

Dengan sistem pembelajaran seperti itu, ia melanjutkan, untuk kendala memang tidak signifikan, hanya saja penyampaian materi ke siswa kurang efektif.

“Kami coba daring awalnya, cuma kendalanya sinyal, dan mayoritas siswa tidak memiliki hp android hampir 50 persen, jadi secara manual. Jadi kita kelompokan secara keseluruhan, belajarnya secara manual dan tidak menggunakan daring,” jelasnya.

Ia menambahkan, keluhan dari para orangtua siswa jika pelaksanaan belajar secara daring lebih boros, terlebih di Cianjur selatan masih banyak orangtua siswa yang tekendala dengan faktor ekonomi.

“Keluhan dari orangtua siswa lebih boros menggunakan daring. Karena siswa diisi pulsa, misal untuk jatah satu bulan, satu minggu sudah habis, karena dipakai main game. Jadi sebelum satu bukan sudah habis,” pungkasnya. (Mochammad Nursidin/**)