Kapolres: Kami Bentuk Timsus Kasus Penipuan Investasi Hewan Kurban

Cianjurekspres.net – Tidak terima disebut penipu, Direktur CV Hoki Jaga Abadi, HA sebarkan rekaman suara ancaman kepada korban.

Kapolres Cianjur, AKBP Juang Andi Priyanto menyebut, pihaknya tengah mencari tahu kebenaran pesan suara yang menyebar di peserta investasi melalui whatsapp.

Terlebih dalam pesan tersebut, terduga pelaku berinisial HA kembali mengumbar janji untuk datang menyelesaikan masalahnya hingga mengancam peserta agar tidak melapor ke polisi.

“Sudah banyak yang laporan, untuk pastinya harus lihat data dulu, sebab pelapor terus bertambah. Terakhir ada yang dari Bandung dan Bogor,” ujar Juang via telepon seluler, Sabtu (1/8/2020).

Sebagai informasi, korban tidak hanya di Cianjur, tapi juga dari Sukabumi, Bandung, hingga Bogor. Saat ini, Polres Cianjur bentuk timsus untuk menyelidiki kasus tersebut.

“Modusnya juga tidak hanya paket kurban, tapi ada paket lebaran, hingga elektronik. Kami akan serius menangani kasus ini,” kata Juang.

Sekedar diketahui, beredar pesan suara HA yang meminta para peserta sekaligus korban dugaan penipuan investasi berkedok paket kurban dan elektronik untuk bersabar.

HA bahkan mengancam akan menuntut balik peserta yang melapor polisi hingga tak akan menyelesaikan tanggungjawabnya.

Dalam rekaman berdurasi 1.20 menit yang tersebar melalui whatsapp itu, HA mengaku tidak terima jika dirinya disebut penipu dan akan kembali dalam beberapa hari bersama pengacaranya.

“Dua tiga hari lagi saya datang dengan pengacara, tolong sabar jangan ganggu masalah saya yang selesaikan sekarang. Kalau mau saya selesaikan (pelunasan paket), tolong halus di wartawan dan infotainment bahwa saya penipu. Saya gak akan terima dan saya akan tuntut balik kalau ada yang melaporkan. Tolong jangan seperti yang enggak tahu pengetahuan,” ujar HA dan pesan suaranya.

Di pesan suara itu HA juga berdalih terpaksa menghindar dan pergi dari rumah lantaran adanya ancaman bom dan pembunuhan pada keluarganya.

“Saya gak akan kabur, ada ancaman bom dan pembunuhan ke saya dan keluarga. Saya terpaksa menghindar sementara. Tolong sekarang bubar, tidak ada gunanya kalian di sana,” tuturnya.

Namun, para peserta tidak semuanya percaya dengan pesan suara tersebut. Sebab HA, selalu direktor investasi berkedok paket kurban yang diduga melakukan tindakan penipuan itu sudah mengingkari janjinya yang akan memenuhi semua kewajiban pada 31 Juli 2020.

“Kemarin di kesepakatannya tanggal 31 sudah ada semua paketnya. Buktinya saya sampai jam 12 malam kemarin menunggu di rumahnya, tapi tidak ada juga. Sekarang mengulur waktu lagi minta dua atau tiga hari. Bagaimana kami mau percaya? Kami sudah terlanjur malu, hewan kurban tidak datang dan uang tidak ada,” ujar salah seorang korban yang enggan disebutkan namanya.

Dia mengatakan, jika Direktur investasi tersebut memiliki niat baik, seharusnya hadir saat waktu yang sudah disepakati bersama.

“Dia minta namanya dibaguskan, sementara kami sudah jelek namanya di keluarga dan teman-teman karena batal kurban. Kami hanya minta si ibunya datang dan memenuhi janjinya untuk paket yang sudah diikuti,” pungkasnya.(bay/**)