Harga Jual Rendah, Petani di Cianjur Enggan Panen Tanaman Sayurannya

Cianjurekspres.net – Sejumlah petani sayuran di Kampung Gunung Putri, Desa Sukatani, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur membiarkan tanaman sayurannya menua dikebun. Hal itu mereka lakukan akibat rendahnya harga jual yang tidak menutup biaya tanam.

“Buat apa dipanen kalau harganya juga sangat murah sekali. Buat ongkos angkutnya saja tidak mencukupi, kita harus nombok. Jelas kalau dipanen malah kita lebih merugi,” kata Maesaroh (55) seorang petani sayuran saat dihubungi Cianjur Ekspres, Minggu (26/7).

Baca Juga: Sebulan Penerapan AKB, Begini Kondisi Sektor Perhotelan di Cianjur

Menurutnya, jenis sayuran yang harganya sangat rendah tersebut seperti pakcoy dan sawi (cesin). “Mendingan tidak usah di panen kalau harganya cuma Rp400 per kilogram,” katanya.

Diakuinya, selain enggan memanen, para petani juga memilih membagikan kepada orang lain yang membutuhkan.

“Dari pada dijual tidak ada harganya, lebih baik saya kasih saja sama orang yang membutuhkan,” paparnya.

Ia mengatakan, hampir semua jenis sayuran yang mengalami penurunan seperti kol Rp1.500/kg, burkoli Rp3.000/kg, rinso (poling) Rp4.000/kg, wortel Rp2.000/kg, daun bawang Rp4.000/kg dan masih banyak lagi.

“Terkadang suka bingung juga, harga di petani bisa turun drastis. Akan tetapi harga di warung-warung sepertinya normal-normal saja,” ungkapnya.

Tak hanya Maesaroh saja, Acep Gawir (41) yang juga petani asal Kampung Gunungputri mengaku panen saat ini terbilang merugi besar.

“Panen kali ini bisa balik modal saja sudah beruntung, tapi bagi kami yang punya lahan sedikit boro-boro bisa kembali balik modal,” katanya.

Menurutnya, belum lama ini sayuran yang sudah dibawa oleh tengkulak ke pasar di Jakarta balik lagi karena tak laku.

“Satu mobil sayuran tak laku terjual di Jakarta, ya mau bagaimana lagi sudah konsekuensi pedagang seperti itu,” pungkasnya.(yis/sri)