Kampung Wisata Pandanwangi Berikan Edukasi

0 124

 

CIANJUR, cianjurekspres.net – Kampung wisata Pandanwangi berada di lahan seluas 12 hektare, dimana tempat ini merupakan areal pesawahan padi Pandanwangi di Kampung Cimanggu, Desa Tegalega, Kecamatan Warungkondang. Saat ini berdiri tujuh rumah adat Sunda yang terbuat dari kayu rasamala dan bambu dengan atap dari ijuk dan kayu.

Tagog Anjing, Badak Heuay, Heulang Ngapak, dan Capit Gunting, merupakan nama dari empat rumah adat yang ada di kawasan wisata Pandanwangi. Keempatnya berbaris menghadap ke arah timur, di belakangnya berdiri leuit atau tempat padi hasil panen yang berjejer.

Tiga rumah adat lainnya yang berjarak sekitar 10 meter menghadap ke selatan, dan terdapat aliran sungai kecil di depannya. Sebelum masuk ke area rumah adat, ada aula besar dan leuit besar yang berdiri menyambut pendatang yang menaiki tangga untuk menuju lokasi.

Tiba di halaman rumah adat di tengah sawah yang berbentuk terasering, suasana sejuk langsung terasa. Maklum, kawasan ini berada di kaki Gunung Gede dimana hamparan hijau pohon terlihat jelas sejauh mata memandang.

Tumbuhnya padi Pandanwangi yang menjadi beras khas asal Cianjur ini dikelilingi empat kampung yang masih berada di wilayah Warungkondang dan Gekbrong.

Meski belum diresmikan, namun di akhir pekan selalu ada warga yang menyempatkan datang untuk sekadar duduk di saung atau bahkan berswafoto dan mengunggahnya ke akun media sosial masing-masing.

Kepala Seksi Pengembangan Wisata Alam dan Buatan Dinas Pariwisata Kabupaten Cianjur, Boyke Martin mengatakan, ide awal pembuatan kampung wisata Pandanwangi berasal dari Dinas Pertanian. Disepakati rencana wisata edukasi diperuntukkan bagi anak sekolah agar mereka mengetahui cara menanam dan memanen hingga menanak menjadi nasi pandanwangi.

“Tujuannya untuk wisata edukasi bagi pelajar, disepakati tempatnya di kawasan yang memang tumbuh padi pandanwangi yakni di Kampung Cimanggu, Desa Tegalega, Kecamatan Warungkondang,” kata Boyke saat ditemui di kantor Dinas Pariwisata, kemarin (7/9).

Boyke mengatakan pada tahap kedua ini sudah dibangun sekitar tujuh bangunan. Ia mengatakan di tempat tersebut pada nantinya akan dibangun sebanyak 32 bangunan. “Akan ada rumah yang memamerkan kerajinan dari daerah sekitar juga,” ujar Boyke

Boyke mengungkapkan, konsep dari tempat wisata ini setiap pengunjung yang datang akan berganti baju lalu berpakaian seperti petani. Pengunjung akan dipandu masuk ke rumah lalu turun ke sawah biar bisa merasakan kehidupan seperti petani.

“Kami berharap pengalaman yang didapat bisa menjadi memori baik di benak setiap para pelajar dan bisa memberikan edukasi tentang budaya khas Cianjur, tak hanya pelajar tapi untuk masyarakat luas lainnya juga,” kata Boyke.

Saat ini tahap pembangunan sudah hampir selesai. Ia berharap kampung wisata tersebut bisa segera dibuka dan diresmikan. “Dalam tahap penyelesaian pak, kami berharap bulan depan sudah bisa diresmikan,” pungkasnya.

Sementara itu, Camat Warungkondang, Candra Dwi Kusuma mengatakan, objek wisata Kampung Budaya Pandanwangi bertujuan juga untuk melestarikan varietas padi Pandanwangi. “Dimana padi Pandanwangi ini kalau melihat jumlah varietas hampir punah, dimana warga lebih terobsesi ke kuantitas tak memperhatikan kualitas,” kata Candra.

Ia mengatakan saat ini untuk legalitas padi pandanwangi sudah punya hak paten di tujuh kecamatan. Ia berharap dengan adanya Kampung Pandanwangi maka pelestarian varietas padi Pandanwangi bisa diikuti oleh masyarakat sekitar lainnya. “Saya berharap warga sekitar bisa mengikuti berlomba lomba menanam padi Pandanwangi. Tinggal bagaimana pemerintah membuat regulasi mengenai pangsa pasar,” katanya. (mg2/yhi)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.