Siswa Diminta Ikut Sanlat

0 70

WARUNGKONDANG, cianjurekspres.net – Selama libur sekolah yang bertepatan dengan datangnya bulan Ramadan, SMP Negeri 1 Warungkondang mewajibkan seluruh siswa untuk mengikuti kegiatan pesantren kilat (Sanlat) di lingkungan siswa masing-masing.

Libur panjang sekolah yang bertepatan dengan libur Ramadan harus diisi siswa dengan kegiatan edukatif. Seperti yang dilakukan SMPN 1 Warungkondang yang mulai merancang beragam program agar para siswa di daerahnya bisa mengisi liburan dengan hal-hal positif. Tujuannya agar masa liburan menjadi berkualitas

Bagian kesiswaan SMP Negeri 1 Warungkondang, Dedi Kurniadi, mengatakan, program sanlat tersebut harus diikuti dengan maksimal dan penuh semangat sehingga nantinya setelah sanlat setiap murid dapat ilmu yang bermanfaat yang bisa diamalkan.

“Dengan sanlat ini diharapkan karakter serta wawasan siswa dapat menjadi lebih baik, kegiatan sanlat juga merupakan salah satu kegiatan yang dapat mengundang keberkahan dan bisa memperbaiki ahlak siswa,” katanya.

Dedi menjelaskan, para siswa di sekolah kami mulai diliburkan sejak tanggal 7 Mei kemarin dan kembali masuk tanggal 8 Juni untuk pembagian raport. Jadi selama libur ini siswa dihimbau untuk melakukan berbagai kegiatan positif.

“Jelas anak-anak wajib belajar dirumah saat libur ini. Bersamaan dengan bulan suci Ramadan, anak-anak juga diimbau untuk melaksanakan kegiatan keagamaan yang bisa memberi pengetahuan lebih luas tentang agama,” kata dia kepada Cianjur Ekspres, kemarin (15/5).

Kegiatan belajar dirumah selama bulan Ramadan tersebut, bertujuan untuk meningkatkan kualitas amaliah ibadah yang diharuskan, bisa mengerti dengan ajaran islam yang sebenar-benarnya serta bisa paham makna dari bulan penuh berkah ini.

Pihaknya juga berharap bahwa di bulan Ramadan ini anak didiknya bisa menjadi anak-anak yang bisa mengangkat nama baik sekolah dengan kepribadian atau prilaku yang baik serta taat kepada agama.

“Semoga mereka menjadi anak-anak yang berprestasi, soleh, hormat pada sesama juga berbakti pada orangtua, guru dan tekun untuk mempelajari ilmu agama,” ungkapnya. (job/yhi)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.