Penanganan Covid di Jabar Menjadi Sorotan Internasional

Cianjurekspres.net – Penanganan Covid-19 di Jawa Barat mulai disorot secara internasional. Pasalnya, hal terus dibahas secara intens di forum internasional bertajuk NextGenGov Summit yang diselenggarakan United Nations Development Programme (UNDP) di Bangkok, Thailand.

Perwakilan UNDP untuk Indonesia, Christophe Bahuet menyebut, pengalaman Jawa Barat dalam merespons krisis akibat virus korona akan membantu lanskap NextGenGov yang dibutuhkan UNDP.

“Pendekatan dan hasil yang dipresentasikan dalam online summit ini merupakan yang paling relevan bagi banyak pemerintah di Asia Pasifik dan kawasan lainnya,” kata Christophe dalam keterangan tertulisnya, Minggu (28/6/2020).

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil pun menjadi pembicara bersama pembuat kebijakan dari negara lain di Asia seperti dr. Anoop Singh, anggota Komisi Finansial India, Menteri Pendidikan Bangladesh Dr Dipu Moni, anggota Senat Filiphina Pia Cayetano, serta Dr. Sania Nistar, Asisten Perdana Menteri Pakistan Bidang Pengentasan Kemiskinan dan Divisi Keamanan Sosial.

Dalam waktu bicaranya, Emil (sapaan akrab Ridwan Kamil) mempresentasikan berbagai kebijakan dan strategi inovatif dalam memerangi Covid-19 di Jabar. Dalam paparannya berjudul ‘Kemandirian Jawa Barat dalam Memproduksi Semua Elemen Produk Melawan Covid-19’.

Di antara yang dibahas adalah “AKB 30” yang merupakan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) sebagai padanan New Normal dengan mengadopsi budaya K-Pop. Istilah AKB yang berbeda dari yang lain dipilih guna menghindari uforia atau anggapan publik bahwa kondisi sudah normal kembali.

Selain itu ada pula buatan dalam negeri ruang dekontaminasi dan sistem manajemen limbah medis, ruang uji RT-PCR, Transfer Sampel Material, dan gedung dengan sistem automatis yang dapat mengontrol, memonitoring sistem HVAC dan menghasilkan 100 persen udara bersih dengan filter HEPA.

“Kolaborasi Pemprov Jabar dengan perguruan tinggi seperti Unpad yang memproduksi alat uji Covid-19 bernama Deteksi CePad. Kemudian kolaborasi dengan PT Biofarma dengan memproduksi tes reagent Covid-19 dengan metode RT-PCR untuk memenuhi kebutuhan Jabar dan Indonesia dengan kapasitas proudksi 100.000 alat tes per minggu,” ujar Emil.

Selain menciptakan alat medis lain sendiri seperti ventilator dari beberapa perguruan tinggi yang sedang diujicobakan, Emil juga menceritakan bagaimana Jabar berhasil menggerakkan industri, UMKM, dan siswa sekolah untuk memproduksi alat pelindung diri (APD).(rls/**)