Pertanyakan Bansos, Warga Bobojong Mande Cianjur Datangi Kantor Desa Malam-malam

Cianjurekspres.net – Ratusan Warga Desa Bobojong, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, Jumat (22/5/2020) malam mendatangi kantor desa setempat. Informasi yang dihimpun, kedatangan mereka karena tidak mendapatkan bantuan sembako dari pemerintah, meski sudah di data.

“”Saya sebagai warga yang dekat dengan desa gak kebagian sembako dari atas. Orang yang dari jauh kebagian. Nah makanya, saya sebagai orang yang dekat, datang ke desa pengen tahu dimana mentoknya KK (Kartu Keluarga) saya yang diambil. Datanya dimana mentoknya itu sampai saya gak kebagian masyarakat kecil,” ujar Suhari (50) warga setempat kepada wartawan.

Baca Juga: Rumahnya Disatroni Maling, Kades di Cianjur Shock Uang dan Handphone Raib

Dirinya menegaskan warga hanya ingin tahu dimana mentoknya KK dari masyarakat yang diambil untuk pendataan beberapa waktu lalu.

“Saya gak kebagian, dilewat. Pengen tahu dimana solusi KK saya disimpannya itu. Pak Lurah (kades) ada, Polisi ada, Pamong Desa ada. Jumlah semua (warga) 500 orang kebanyakan wanita dan laki-laki (datangi kantor desa),” tandas Suhari.

Sementara itu Kepala Desa Bobojong, Suwandi menjelaskan pihaknya sudah berusaha mengajukan seluruhnya warga penerima bantuan sosial berdasarkan laporan dari Ketua RT, RW dan Kepala Dusun.

“Saya ajukan semua itu, yang saya ajukan terutama diluar orang atau warga yang sudah mendapatkan BPNT, PKH. Diluar itu saya ajukan seluruhnya,” katanya.

Pada intinya, ungkap Suwandi, kedatangan warga ke Kantor Desa Bobojong karena ketidaktahuan terkait prosedur program bantuan dari pemerintah.

“Pada intinya ketidaktahuan atau tidak pernah dijelaskan RT/RW nya, prosedurnya seperti apa, kira-kira seperti itu. Tapi setelah dijelaskan semuanya mengerti,” katanya.

Suwandi mengatakan, warga menuntut dirinya kedepan bisa mengajukan ataupun mengusulkan apa yang menjadi aspirasi masyarakat.

“Saya usahakan untuk mengajukan kembali kalau ada bantuan-bantuan lain. Kita sudah berusaha seadil-adilnya, seluruhnya saya ajukan tidak ada tebang pilih,” ucapnya.(Herry Febriyanto)