Ceu Popong: Dua jempol Untuk Jawa Barat

Cianjurekspres.net – Popong Otje Djundjunan atau yang akrab disapa Ceu Popong menyebut pandemi Covid-19 yang melanda hampir semua negara, merupakan ujian bagi para pemimpin, sejauh mana pemimpin mencintai dan peduli kepada masyarakat.

“Jawa Barat menjadi bukti salah satu provinsi dengan kinerja terbaik dalam menyelesaikan permasalahan pandemi ini, saya sangat mengapresiasinya dan memberikan dua jempol,” ujar Ceu Popong dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/5/2020).

Tokoh Jawa Barat itu pun tetap meminta kepada masyarakat Jabar untuk disiplin jaga jarak, menerapkan protokol kesehatan, dan menaati aturan pemerintah, seperti tidak mudik di tengah pandemi Covid-19.

“Warga Jabar harus mentaati aturan pemerintah karena ketentuan-ketentuan itu untuk kepentingan bersama, harus taat dan disiplin agar bisa sukses ke level 1 (zona hijau). Contohnya, jangan mudik kalau kita sayang sama orang tua dan saudara di kampung,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat harus menangani aspek kesehatan dan ekonomi secara bersamaan. Ia pun meminta masukan kepada Ceu Popong dalam menanggulangi pandemi Covid-19.

“Para pemimpin hari ini otaknya terbagi dua, satu menyelesaikan darurat kesehatan yang jadi masalah sebenarnya. Dua, darurat ekonomi,” ucap Emil (sapaan akrabnya).

Ia melaporkan, 63 persen atau sekitar 38 juta masyarakat Jabar terdampak Covid-19 dan membutuhkan bantuan dari pemerintah.

“(Sebelum pandemi COVID-19) 9 juta yang diberi subsidi, sekarang 38 juta. Dengan APBD kita yang pas-pasan dan subsidi kita hanya sanggup sampai bulan Juli. Setelah Juli, kalau pandemi masih terjadi, saya belum ada terawangan dari mana dananya, tapi pasti akan kita upayakan,” ucapnya.

Selain itu, Emil melaporkan, hasil evaluasi satu pekan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tingkat provinsi menunjukkan hasil yang positif.

“Hal itu merujuk data jumlah pasien COVID-19 di rumah sakit yang mengalami penurunan. Kemudian, tingkat kematian juga dilaporkan turun, sementara tingkat kesembuhan naik hampir dua kali lipat,” tutupnya.(rls/**)