Penyelenggaraan Ibadah Haji Mengalami Kemajuan

0 67

CIANJUR, cianjurekspres.net – Salah satu tim pengawas ibadah haji dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Deding Ishak, mengatakan, penyelenggaraan ibadah haji 2018 banyak mengalami kemajuan, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.

Penyelenggaraan haji tahun ini terus mengalami beberapa perubahan yang lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Mulai dari proses pemeriksaan jamaah di Madinah yang biasanya memakan waktu 4 sampai 5 jam, kini hanya memakan waktu sekitar 20 sampai 40 menit karena sebelumnya dilakukan pemeriksaan bio metrik di embarkasi Indonesia.

“Penyediaan makan minum juga sudah lebih baik, terutama dari sistem kontrol sehingga makanan tidak basi dan tetap sehat dengan selera nusantara,” kata Anggota Komisi VIII DPR RI Deding Ishak.

Politisi Golkar ini menjelaskan, pemondokan untuk para jamaah di Madinah semua berada di Markaziah dekat dengan Masjid Nabawi. “Mengenai persiapan puncak haji armina, saya meminta agar tim haji dan pemerintah untuk mengantisipasi dan mempersiapkan terutama menyangkut aspek kesehatan jamaah dan transportasi yang baik,” ujar Deding.

Selain itu, lanjutnya, pemerintah perlu meningkatkan lobby dengan muassasah untuk penyediaan bus yang baik selama pelaksanaan ibadah haji. “Termasuk kesigapan para petugas haji terutama tenaga medis agar ibadah nyaman dan khusu,” ungkapnya.

Untuk tahun ini, tahapan persiapan pelaksanaan ibadah haji terus dimatangkan dengan progres yang menggembirakan. Pemerintah menyatakan siap menjadikan ibadah haji tahun ini lebih baik dibanding sebelumnya.

“Penyelenggaraan ibadah haji memiliki kompleksitas tinggi, sehingga pemerintah terus mematangkan persiapan. Tapi secara umum ibadah haji ini sudah melakukan banyak perbaikan dan kemajuan,” ujar Deding.

Deding menjelaskan, laporan persiapan pelaksanaan haji tahun ini sudah menunjukkan banyak kemajuan. Misalnya pendaftaran lebih sederhana menjadi dua tahap dari sebelumnya tiga tahap. Selain itu, rute haji juga lebih efisien karena sudah dapat izin mendarat tidak hanya di Jeddah tapi sekarang juga di Madinah sama dengan tahun lalu.

Kemajuan lain, kata Deding, adalah soal peningkatan kenyamanan asrama haji. Karena semua hotel bagi jamaah haji Indonesia setingkat hotel bintang tiga. Kemudian lokasinya juga hanya enam wilayah saja sehingga jemaah haji Indonesia tak tercerai berai.

“Kemajuan juga terjadi soal pengangkutan jamaah antar perhajian, di mana transportasi bus bisa stand by 24 jam, sehingga kalau datang ke masjid bisa terus tetap stand by dan itu sangat baik bagi para jamaah,” pungkasnya. (mg2/yhi)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.