Travel Umrah di Cianjur Tunda Keberangkatan Jemaah

Reporter: Rida R Azizah

Cianjurekspres.net – Kebijakan Pemerintah Arab Saudi menutup sementara penerimaan jemaah umrah sebagai antisipasi masuknya virus Corona, berdampak kepada perusahaan travel atau biro perjalanan di Cianjur.

Mereka terpaksa menunda keberangkatan jemaah umrah yang telah mendaftar. Bahkan tidak menutupkemungkinan bisa mengalami kerugian jika penutupan penerimaan umrah berlangsung lama.

Seperti yang dikatakan Direktur Travel Umrah PT Krisma, Saleh Ihsan mengaku telah membatalkan keberangkatan enam orang jemaah umrah yang awalnya akan berangkat pada 10 Maret 2020 mendatang.

“Kami ada asuransi, jadi yang fix dibatalkan adalah yang akan berangkat pada waktu dekat tanggal 10 Maret, sementara yang 24 Maret masih kami tunda,” tuturnya kepada cianjurekspres.net, Jumat (28/2/2020).

Saleh menegaskan, pihaknya terpaksa melakukan hal tersebut, namun dengan harapan kebijakan tersebut akan dicabut. Sehingga 20 orang jemaah yang rencananya akan berangkat pada 24 Maret 2020 untuk sementara belum dilakukan penundaan.

“Mudah-mudahan penutupannya enggak akan lama, dan langsung dibuka kembali. Jadi masih ada harapan untuk jemaah yang booking di tanggal 24 Maret 2020,” harapnya.

Sementara itu, Owner Travel Umroh PT Gaido Azza Darussalam Indonesia, Ahmad Yani mengungkapkan jika kebijakan itu berlangsung lama, ia khawatir akan merugi ratusan juta rupiah.

Pasalnya, sebanyak 60 jemaah umrah yang akan berangkat pada bulan Maret, sudah membooking hotel dan paket makan lewat travel.

“Seharusnya, kebijakan Pemerintah Arab Saudi yang baru itu tidak sampai merugikan jemaah yang sudah booking. Uang yang sudah dibooking untuk hotel dan penyedia jasa lainnya mesti ada pengembalian. Kalau tidak kami akan merugi bahkan ratusan juta,” ucapnya.

Pihaknyapun kemungkinan terpaksa akan menunda pemberangkatan para jemaah, dan telah memberikan informasi terkait kebijakan Pemerintah Saudi Arabia tersebut.

“Karena awalnya itu, mereka akan berangkat bulan depan. Sudah kami komunikasikan terkait dengan kebijakan ini, kemungkinan terpaksa ditunda,” ujarnya.

Ahmad Yani berharap kebijakan tersebut tidak berlaku untuk Indonesia, sebab menurutnya, tidak ada orang Indonesia yang akan membawa virus Corona Wuhan tersebut.*