Tidak Ada Kursi, Siswa Ibu Jenab II Melantai

0 73

 

CIANJUR, cianjurekspres.net – Siswa kelas VI di SDN Ibu Jenab II terpaksa belajar lesehan di lantai. Hal itu dikarenakan sekolah kekurangan fasilitas meja dan kursi, mengingat sekolah tersebut baru dipindahkan ke lokasi yang baru.

Saat belajar para siswa tersebut terlihat kesulitan saat menulis materi yang diajarkan, mengingat tak ada alas untuk menyimpan buku tulis. Beberapa siswa pun tampak tengkurap dan menjadikan lantai sebagai mejanya, beberapa siswa lainnya memaksakan diri untuk tetap duduk dan menempatkan buku di atas paha mereka saat menulis pelajaran.

Kepala SDN Ibu Jenab II, Sukardi, mengatakan terkait adanya salah satu dari 12 kelas yang sisanya harus belajar di atas lantai tanpa meja dan kursi. Hal itu dikarenakan pihak sekolah tidak memiliki fasilitas yang cukup pascapindahan.

“Iya sejak pindah dari lokasi sebelumnya di Jalan Moch Ali ke Jalan Pangeran Hidayatullah bersama sekolah lain juga, ada kelas yang kondisinya begitu, siswa terpaksa belajar di lantai,” ujar dia kepada wartawan saat ditemui di ruangannya, kemarin (2/8).

Bahkan, menurutnya, di awal kepindahan pada April 2018, ada dua kelas yang kondisinya begitu. Namun pihak sekolah berinisiatif untuk menggunakan dulu meja dan kursi di ruang guru untuk digunakan para siswa.

Dia menjelaskan, kondisi itu terjadi lantaran sebelum pindah, siswa kelas 2 belajar di siang hari, bergantian dengan kelas 1 yang masuk pagi lantaran kekurangan ruang kelas. Sementara saat pindah, pihak orangtua memberikan syarat agar semua murid masuk pagi atau para siswa tidak akan ikut pindah ke lokasi yang baru. “Jadi semuanya dipagikan, tapi karena kekurangan mabeler, jadinya untuk kelas 6,khususnya sekarang ini kelas 6B belajar di atas lantai,” kata dia.

Dia mengaku sudah mengusulkan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur agar segera menambah fasilitas yang ada, namun hingga beberapa bulan setelah kepindshan masih belum terealisasi.

Sukardi khawatir, kondisi tersebut akan mengganggu kualitas belajar siswa, mengingat siswa tak maksimal dalam belajar dan menerima pelajaran. “Kami harga bisa segera ada penambahan mabeler, kasihan kalau begitu terus. Selain meja dan kursi untuk siswa juga untuk guru, mengingat ada ayang digunakan untuk salah satu kelas yang sebelumnya juga tak memiliki fasilitas serupa,” kata dia.

Selain mabeler, dia juga mengharapkan pembangunan gedung penunjang segera dituntaskan. Pasalnya hingga saat ini, rencana ada fasilitas gedung laboratorium, masjid, perpustakaan, dan lainnya pun belum ada.

Bahkan, ungkap dia, saat ini sarana listrik pun sangat terbatas, dimana satu KWH digunakan untuk tiga sekolah yang dipindahkan ke lokasi tersebut. Akibatnya aliran listrik tidak kuat dan sering mati. Para guru pun tidak bisa menggunakan fasilitas seperti proyektor dan komputer untuk menunjang pembelajaran.

“Kami harap bisa segera diselesaikan semua kekurangannya. meskipun sekarang ruang kelas sudah lebih banyak, tapi sarana penunjang lainnya belum ada. Terutama perpustakaan, UKS, dan lab. Listrik juga masih berbagai dengan dua sekolah lainnya. Bagaimanapun kalau pihak sekolah hanya menjalankan kebijakan dari pimpinan dan memaksimalkan kondisi yang ada untuk pembelajaran para siswa,” pungkasnya.(bay/red)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.