KPM Sukaluyu Keluhkan Pembagian Bahan Pangan Program Sembako Tidak Sama

CIANJUR – Sebagian warga di Kecamatan Sukaluyu telah menerima bantuan dari Program Sembako, Senin (24/2/2020). Namun para keluarga penerima manfaat (KPM) ini mengeluhkan penerimaan bahan pangan pada Januari lalu, lantaran jumlah itemnya tidak sama dengan yang Februari ini.

Nurhayati (40), warga Desa Tanjungsari, mengaku, sudah menerima bantuan sembako pada bulan ini berupa beras sebanyak 9 kilogram, telur ayam 12 butir, kacang hijau 1/2 kilogram, dan abon sapi 1 ons. Namun, berbeda dengan pada Januari lalu, Nur-sapaan akrabnya- hanya menerima beras 9 kilogram, kacang hijau 1/2 kilogram, dan abon 1 ons.

“Kalau bulan Januari enggak ada telur ayamnya. Cuma tiga item, beras, abon, dan kacang hijau,” kata dia kepada Cianjur Ekspres, Senin (24/2/2020).

Mengetahui adanya kejanggalan, Nur meminta agar agen penyalur bisa bertanggung jawab. Sebab, abon dan kacang hijau ini harganya tidak akan sampai di kisaran Rp40 ribu.

“Abon yang bagus memang cukup mahal. Tapi ini abon kualitasnya sedang, paling harga kisaran Rp15 ribu-Rp17 ribu per ons. Kalau kacang hijau Rp10 ribu. Berarti ada sisa sekitar Rp13 ribu kalau harga abon Rp17 ribu,” keluhnya.

Pjs Kepala Desa Tanjungsari, Nanang, mengaku tidak mengetahui apa-apa soal pembagian bantuan program sembako. Sebab, tidak pernah ada komunikasi antara TKSK dengan tikor di tingkat desa.

“Tapi kami akan cek soal laporan warga. Soalnya saya tidak tahu,” singkatnya melalui telepon seluler, kemarin.

Di samping itu, berdasarkan data penerima pangan di Kecamatan Sukaluyu ada sebanyak 5.985 keluarga/KPM yang tersebut di 10 desa. Di antaranya Desa Babakansari 600 KPM, Hegarmanah 361 KPM, Mekarjaya 479 KPM, Panyusuhan 589 KPM, Selajambe 479 KPM, Sindangraja 849 KPM, Sukaluyu 619 KPM, Sukamulya 605 KPM, Sukasirna 601 KPM, dan Desa Tanjungsari 803 KPM.

Menanggapi hal itu, Ketua Ormas Gibas Resort Cianjur, Yudi Dharmawan, angkat bicara soal carut marutnya program bantuan sembako bagi masyarakat miskin di Kabupaten Cianjur. “Saya amati dan saya perhatikan, permasalahan bantuan sembako di Kabupaten Cianjur ini makin memanas,” ujar Yudi, Senin (24/2).

Yudi mengatakan, program bantuan sembako tersebut sudah sangat jelas peruntukannya dan aturan mainnya. Dengan begitu ia pun turut prihatin. “Polemik bantuan sembako ini memang perlu ada penjelasan yang seterang-terangnya ke masyarakat khususnya bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM),” katanya.

Dia mengatakan, mulai dari barang seperti kacang hijau, teler, abon, kualitas dan kuantitas beras pun tentunya harus yang bagus. Hal tersebut pemerintah mengeluarkan program bantuan sembako tesebut, bertujuan untuk menjamin kebutuhan pangan bagi rakyat miskin dengan tujuan bisa hidup sehat.

“Saya sering mendengar KPM itu mendapatkan kualitas bahan pangan yang kualitasnya tidak bagus,” papar Yudi.

Yudi mendorong pemerintah, dalam hal ini Tim koordinasi (Tikor) mulai dari tingkat kecamatan hingga tingkat kabupaten agar program bantuan sembako tersebut benar-benar sesuai dengan aturan atau Pedoman Umumnya.

“Perlu diketahui bahwa KPM ini bukan dikasih barang paket begitu saja. Tapi, mereka (KPM, red) punya uang sebesar Rp150 ribu untuk dibelikan bantuan sembako, namun tentunya barang yang sesuai dengan nominal uang dari KPM tersebut,” pungkasnya.(yis/red/hyt)

DATA KPM DI KECAMATAN SUKALUYU

1. Desa Babakansari 600 keluarga
2. Desa Hegarmanah 361 keluarga
3. Mekarjaya 479 keluarga
4. Desa Panyusuhan 589 keluarga
5. Selajambe 479 keluarga
6. Desa Sindangraja 849 keluagra
7. Desa Sukaluyu 619 keluagra
8. Desa Sukamulya 605 keluagra
9. Desa Sukasirna 601 keluagra
10. Desa Tanjungsari 803 keluagra

Total penerima: 5.985 keluarga

KELUHAN

Januari, KPM hanya menerima:
1. Beras 9 kilogram
2. Abon 1 ons
3. Kacang hijau 1/2 kg