Kecamatan Mande Bikin 500 Biopori

CIANJUR – Mendukung suksesnya program Cianjur Ngawangun Lembur (CNL), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Cianjur melaksanakan program pembuatan Lubang Resapan Biopori (LBR) sebanyak 500 lubang di Kecamatan Mande, Cianjur.

Kepala Seksi Pengendalian Kerusakan Lingkungan DLH Cianjur, Meidy Prasetyadi mengatakan, program untuk mengurangi genangan air yang berfungsi untuk pengelolaan sampah organik.

“Sebanyak lima desa kita buatkan biopori ini di Kecamatan Mande, sekaligus sosialisasi kepada masyarakat agar menjadi contoh dalam pemeliharaan lingkungan, ini juga dalam rangka mendukung program pemerintah CNL dan Citarum Harum,”katanya kepada cianjureskpres.net, Kamis (13/2/2020).

Beberapa desa yang menjadi target pada tahun ini ialah desa Kademangan, Bobojong, Cikidangbayabang, Murnisari dan Mande.

Informasi yang diterima, pembuatan LRB berlangsung secara bertahap mulai sejak Februari hingga Maret 2020. Saat ini, desa Kademangan sudah selesai dibuatkan sebanyak 50 Biopori di setiap titik daerahnya.

“Baru desa Kademangan yang selesai, dilanjut desa Bobojong dan seterusnya. Lima puluh Biopori perdesa, total 500 LRB yang akan dibuatkan di Kecamatan Mande,” tuturnya.

Meidy menerangkan bahwa sebelumnya, Kecamatan Haurwangi, Ciranjang dan Sukaluyu telah lebih dulu dibuatkan LRB tersebut pada tahun 2019.

Ia menambahkan, untuk wilayah Cianjur perkotaan akan dilakukan ke depannya, pasalnya untuk saat ini, pihaknya berfokus pada program Citarum Harum, dimana hal tersebut merupakan langkah DLH Cianjur dalam Kegiatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum yang dicanangkan oleh presiden RI tahun 2018 lalu.

Menurutnya, maksud dari pembuatan LRB di daerah sekitar Citarum ini adalah sebagai upaya menggulangi air limpasan yang membawa sedimentasi di wilayah DAS (Daerah Aliran Sungai) Citarum.

“Kenapa kami lakukan dulu di Kecamatan Mande, karena kami utamakan dulu daerah yang dekat dengan sungai Citarum. Merujuk pada program Citarum Harum, mudah-mudahan ke depannya secara cepat akan dibuatkan di wilayah perkotaan,” tutupnya.(rid/nik)